Kamis, 21 Januari 2021

Lazismu Buka Minimart Keempat di Cempaka Putih

Lazismu Buka Minimart Keempat di Cempaka Putih

JAKARTA – Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) segera mengoperasikan jaringan toko ritel modern atau minimart yang keempat dengan nama Aldomart. Gerai terbaru tersebut berukuran 120 meter persegi berlokasi di Gedung Pusat Pendidikan dan Latihan Rumah Sakit Islam Jakarta, di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Banner Iklan Swamedium

Aldomart merupakan nama jaringan toko ritel modern milik.keluarga Indrawan. Saat ini, sebanyak 80 persen saham Aldomart telah diwakafkan kepada Lazismu. Dengan demikian, komposisi pemegang saham Aldomart adalah Lazismu 80% dan Keluarga Indrawan 20%.

Anggota Badan Eksekutif Lazismu Joko Intarto mengatakan dengan masuknya Lazismu ke dalam struktur pemilik saham, Indrawan (pendiri Aldomart) berharap di masa depan bisa mengembangkan toko modern yang lebih cepat dengan dukungan seluruh kantor wilayah, daerah dan layanan Lazismu.

“Toko Aldomart ke depan akan memiliki konter produk donasi, khusus untuk melayani masyarakat yang ingin membeli produk untuk disumbangkan atau dikirimkan kepada pihak lain,” jelasnya.

Saat ini, Aldomart sudah memiliki tiga minimart yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat. Dengan dibukanya Aldomart di Cempaka Putih tersebut, jumlahnya akan menjadi empat gerai minimart.

Joko Intarto menambahkan masyarakat sebagai pemegang saham Lazismu bisa memanfaatkan toko itu untuk berdagang sekaligus berbelanja. Sehingga, keberadaan toko ritel tersebut bisa mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.

Latar Belakang

LAZISmu adalah lembaga zakat tingkat nasional yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan secara produktif dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya.

Didirikan oleh PP. Muhammadiyah pada tahun 2002, selanjutnya dikukuhkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional melalui SK No. 457/21 November 2002.

Latar belakang berdirinya LAZISmu terdiri atas dua faktor. Pertama, fakta Indonesia yang berselimut dengan kemiskinan yang masih meluas, kebodohan dan indeks pembangunan manusia yang sangat rendah. Semuanya berakibat dan sekaligus disebabkan tatanan keadilan sosial yang lemah.

Kedua, zakat diyakini mampu bersumbangsih dalam mendorong keadilan sosial, pembangunan manusia dan mampu mengentaskan kemiskinan. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi zakat, infaq dan wakaf yang terbilang cukup tinggi. Namun, potensi yang ada belum dapat dikelola dan didayagunakan secara maksimal sehingga tidak memberi dampak yang signifikan bagi penyelesaian persoalan yang ada.

Berdirinya LAZISmu dimaksudkan sebagai institusi pengelola zakat dengan manajemen modern yang dapat menghantarkan zakat menjadi bagian dari penyelesai masalah (problem solver) sosial masyarakat yang terus berkembang. (maida)

Banner Iklan Swamedium

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita