Minggu, 07 Juni 2020

Patmi, Peserta Aksi Cor Kaki Menolak Pabrik Semen Meninggal Dunia

Patmi, Peserta Aksi Cor Kaki Menolak Pabrik Semen Meninggal Dunia

Foto: Patmi, petani wanita asal Pati, Rembang ini meninggal dalam perjuangan menolak pendirian pabrik Semen Indonesia di Jakarta. (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com— Petani Kendeng, Rembang Jawa Tengah berduka. Patmi, salah seorang pejuang tangguh penolak pabrik Semen Indonesia berdiri di Pegunungan Kendeng, meninggal, Selasa (21/3) dinihari.

Patmi (45) petani asal Pati dan sejumlah peserta aksi cor semen di depan Istana Negara pada Senin (20/3) malam sudah diputuskan pulang ke kampung halaman.

Keputusan itu dibuat setelah perwakilan petani yang diwakili Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan (JMPP) bertemu dengan Kepala Staf Presiden Teten Masduki di Istana Negara.

Dalam keputusan itu, pemerintah meminta PT Semen Indonesia menghentikan proses penambangan di Pegunungan Kendeng.

Baca Juga:
Akhirnya PT Semen Indonesia Hentikan Operasional di Pegunungan Kendeng

Senin malam itu, cor semen di kaki Patmi dibuka. Dokter yang mengawasi kesehatan para peserta aksi cor semen juga telah memeriksa kesehatan wanita tangguh ini. Patmi dinyatakan dalam kondisi sehat, dan bersiap untuk pulang.

Namun, ketika dia mulai bersiap, usai mandi pada Selasa (21/3) dinihari pukul 02.30 WIB, Patmi tiba-tiba mengeluhkan badannya yang tidak nyaman. Ia lalu mengalami kejang dan muntah.

Bersama tim yang menjaga, Patmi dilarikan ke Rumah Sakit St Carolus, Salemba, Jakarta. Namun takdir berkata lain. Dia menghembuskan nafas terakhir sebelum sampai di rumah sakit. Pihak St Carolus menyatakan Ibu Patmi meninggal sekitar pukul 02.55 WIB dengan dugaan serangan jantung.

“Warga Kendeng berduka. Ibu Patmi meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit,” demikian pernyataan dari Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), Selasa 21 Maret 2017.

Selasa pagi, jenazah Patmi sudah dibawa ke kampungnya di Desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati.

“Semoga kepergian beliau menjadi penyemangat kita menyelamatkan pegunungan Kendeng,” tulis JMPPK.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.