Sabtu, 12 September 2020

Tarif Baru Taksi Online Akan Berlaku Mulai 1 April

Tarif Baru Taksi Online Akan Berlaku Mulai 1 April

Jakarta, Swamedium.com – Pemerintah daerah atau Pemda akan mengatur tarif taksi daring atau “online” mulai 1 April 2017. Aturan tersebut bertujuan untuk melindungi konsumen, terutama saat jam sibuk.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pudji Hartanto mengatakan tarif taksi daring atau “online” akan diatur oleh pemerintah daerah untuk melindungi konsumen.

“Konsumen harus dilindungi saat jam sibuk. Jangan sampai saat permintaan tinggi, kemudian perusahaan menaikkan harga sesukanya. Begitu pun saat jam-jam sepi, pemerintah harus hadir untuk melindungi pengemudi. Jangan sampai banting harga yang pada akhirnya, korbannya adalah pengemudi,” kata Pudji Hartanto usai menyambangi Kantor Ombudsman Republik Indonesia (ORI) di Jakarta, Senin.

Pudji Hartanto mengatakan, tarif pengguna jasa taksi “online” tersebut diatur dalam revisi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

Menurut dia, dasar pertimbangan tarif jasa taksi online dalam revisi PM 32/2016 untuk melindungi konsumen dan menjaga kesetaraan berusaha. Adapun masa sosialisasi revisi PM 32/2016 akan selesai pada akhir Maret dan peraturan berlaku mulai 1 April 2017. Perusahaan penyedia jasa taksi “online” pun wajib mematuhi regulasi tersebut.

“Kalau dilihat dari jadwal sudah jelas, bulan masa sosialisasi sudah, revisi sudah, uji publik sudah. Ini memang bukan untuk kepentingan orang per orang atau kelompok, tapi ini kepentingan bersama. Pemerintah perlu hadir di situ,” ungkapnya.

Namun, ia menyayangkan perusahaan-perusahaan aplikasi taksi “online” tidak memberi masukan saat uji publik masih dilaksanakan, padahal ketiga perusahaan hadir saat 11 poin materi revisi PM 32/2016 disampaikan sejak uji publik pertama.

Sementara itu, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) mendukung langkah Kementerian Perhubungan mengatur taksi online melalui revisi PM 32/2016 karena regulasi tersebut dinilai mampu mengakomodasi keberadaan taksi online maupun taksi konvensional.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.