Rabu, 30 September 2020

Aksi Cor Kaki Berlanjut, Pemerintah Diminta Tutup Pabrik Semen Indonesia di Rembang

Aksi Cor Kaki Berlanjut, Pemerintah Diminta Tutup Pabrik Semen Indonesia di Rembang

Foto: Para petani Kendeng, Rembang, Jawa Tengah kembali melanjutkan aksi #DipasungSemen2 (Nael/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com— Pasca meninggalnya Ibu Patmi, salah satu peserta aksi #DipasungSemen2 para petani pegunungan Kendeng, Rembang dan pegiat lingkungan, kembali melakukan aksi di depan Istana Negara, Rabu (22/3). Mereka meminta Presiden Jokowi memerintahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mematuhi putusan Mahkamah Agung (MA).

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresiden Teten Masduki mengatakan tuntutan para petani pegunungan Kendeng ini sudah dipenuhi. Pemerintah sudah meminta PT Semen Indonesia untuk tidak beroperasi sementara waktu meski memiliki izin.

“Operasi harus dihentikan sampai Kajian lingkungan hidup Strategis yang dilakukan Kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan selesai dilakukan akhir Maret nanti. PT Semen Indonesia pun sudah sepakat menghentikan operasinya sementara waktu,” kata Teten.

Baca Juga: Akhirnya PT Semen Indonesia Hentikan Operasional di Pegunungan Kendeng

Namun kemudian Teten menyebutkan izin yang sudah diterbitkan Gubernur Jawa Tengah tidak akan dicabut Presiden Jokowi. Alasannya, itu kewenangan daerah.

“Itukan memang pemda punya kewenangan buat (menerbitkan) izin itu, tidak semua dari Presiden,” kata Teten di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (21/3).

Kenyataan itulah membuat para petani Kendeng, Rembang kembali melakukan aksinya di kawasan Monas Jakarta. Mereka menuntut pemerintah menutup pabrik Semen Indonesia dan menghormati hukum yang sudah diputuskan MA.

Aksi yang dilakukan sekitar delapan orang petani Kendeng itu juga untuk menghormati perjuangan Ibu Patmi, petani pegunungan Kendeng asal Pati, Rembang, Jawa Tengah. (d)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.