Minggu, 09 Mei 2021

AS dan Inggris Batasi Bawaan Peralatan Elektronik pada Penerbangan dari Asia Barat dan Afrika Utara

AS dan Inggris Batasi Bawaan Peralatan Elektronik pada Penerbangan dari Asia Barat dan Afrika Utara

Gerai Turkish Airlines di Bandara Internasional JFK, New York, AS, Selasa (21/3). (Lucas Jackson/Reuters)

Jakarta, Swamedium.com — Selasa (21/3), Amerika Serikat (AS) dan Inggris membatasi bawaan peralatan elektronik dalam pesawat terbang yang datang dari bandar udara (bandara) tertentu dari negara-negara bermayoritas Muslim di Asia Barat dan Afrika Utara.

Banner Iklan Swamedium

Departemen keamanan tanah air AS mengatakan bahwa para penumpang pesawat terbang yang bepergian dari bandara-bandara tertentu tidak dapat membawa gawai-gawai yang lebih besar dari telepon seluler, seperti tablet, pemutar DVD portabel, laptop, dan kamera, ke dalam kabin pesawat.

Bahkan, barang-barang tersebut harus diperiksa dan dimasukkan ke bagasi pesawat.

Langkah kedua negara itu disebabkan oleh laporan bahwa kelompok-kelompok militan ingin menyelundupkan alat-alat peledak ke dalam barang-barang elektronik.

Sean Spicer, juru bicara Gedung Putih, menolak membahas tentang laporan intelijen yang mendorong langkah tersebut atau mengapa negara-negara tertentu masuk dalam daftar.

Senator Florida dari partai Demokrat, Bill Nelson, mengomentari langkah rezim Trump itu. Ia mengatakan dirinya “berbicara dengan komunitas intelijen pada akhir pekan, dan ini merupakan ancaman yang nyata.”

Menurut pejabat AS, kelompok-kelompok militan diketahui inovatif dalam mendesain bom, seperti memasukkannya ke dalam komputer.

Bandara-bandara yang masuk daftar pembatasan AS itu adalah bandara-bandara di Riyadh dan Jeddah, Arab Saudi; Kota Kuwait, Kuwait; Casablanca, Maroko; Kairo, Mesir; Doha, Qatar; İstanbul, Turki; Abu Dhabi dan Dubai, Uni Emirat Arab; Amman, Yordania.

Bandara-bandara tersebut melayani penerbangan langsung pesawat-pesawat sembilan maskapai menuju AS, 50 kali dalam sehari, kata pejabat senior AS.

Sejak Selasa (21/3), maskapai-maskapai penerbangan, yakni Saudi Arabian Airlines, Kuwait Airways, Royal Air Maroc, EgyptAir, Qatar Airways, Turkish Airlines, Emirates dan Etihad Airways, dan Royal Jordanian Airlines, memberlakukan kebijakan baru itu hingga Jumat (24/3).

Tiada maskapai AS dalam daftar itu karena tidak ada penerbangan langsung mereka antara AS dengan bandara-bandara tersebut.

Sementara itu, juru bicara perdana menteri Inggris mengatakan akan ada pembatasan barang-barang elektronik dalam kabin pesawat terbang dari enam negara. Pejabat kementerian luar negeri Inggris mengatakan langkah itu akan dijalankan pada Sabtu (25/3).

Inggris memberlakukan pembatasan itu pada penerbangan langsung dari Arab Saudi, Libanon, Mesir, Tunisia, Turki, dan Yordania.

Regulasi Inggris itu berlaku atas British Airways, easyJet, Jet2, Monarch, Thomas Cook, Thomson, Atlas-Global, Pegasus, EgyptAir, Middle East Airlines, Royal Jordanian, Saudi Arabian Airlines atau Saudia, Tunisair, dan Turkish Airlines. (ais)

Sumber: Reuters

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita