Rabu, 30 September 2020

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,2 Persen

Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,2 Persen

Jakarta, Swamedium.com –  Laporan terbaru Bank Dunia (World Bank) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan berada di angka 5,2 persen, naik dibandingkan 5,0% pada 2016. Proyeksi tersebut didukung adanya kenaikan harga beberapa komoditas.

Meski begitu, risiko ketidakpastian global serta dinamika fiskal tetap harus diperhatikan. Laporan tersebut juga mengungkapkan, pondasi kekuatan ekonomi Tanah Air, di antaranya berkat rendahnya tingkat pengangguran dan defisit neraca berjalan, serta rendahnya tingkat inflasi. Dengan demikian, pertumbuhan riil pun berjalan baik, kebijakan moneter akomodatif, dan harga komoditas yang lebih tinggi membantu meningkatkan konsumsi rumah tangga serta investasi.

“Proyeksi ekonomi Indonesia pada 2017 akan positif. Indonesia bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memastikan pertumbuhan jangka panjang yang lebih kuat,” ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Rodrigo Chaves, dalam acara ‘Indonesia Economic Quarterly’ di Jakarta, Rabu, (22/3).

Ia menambahkan, Bank Dunia memprediksi pula inflasi akan naik sementara pada tahun ini, yaitu dari 3,5 persen pada 2016 menjadi 4,3 persen. Hal itu disebabkan naiknya tarif listrik dan pajak kendaraan.

Neraca defisit berjalan juga diperkirakan berada di titik terendah dalam lima tahun terakhir, yaitu 1,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) atau tidak ada perubahan dari tahun lalu. Penyebabnya adalah meningkatnya harga komoditas.

“Kemudian defisit anggaran pemerintah pusat diproyeksikan naik menjadi 2,6 persen dari PDB. Sebagian karena tingginya belanja investasi,” jelas Chaves.

Menurut dia, laporan Bank Dunia yang baru diluncurkan tahun ini juga mengkaji mengenai perdagangan jasa. Dikatakannya, Indonesia perlu mengurangi hambatan pada sektor jasa untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Menurut data dari Organization for Economic Cooperation and Development, Indonesia termasuk negara dengan hambatan perdagangan jasa terbanyak. (*/Antaranews.com)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.