Monday, 14 October 2019

Bisnis Hotel Syariah Magnit di Industri Perhotelan

Bisnis Hotel Syariah Magnit di Industri Perhotelan

Jakarta, Swamedium.com – Lebih dari satu dasawarsa terakhir, setiap bisnis yang mengusung konsep syariah selalu mendapatkan respon positif dari masyarakat. Tak terkecuali, bisnis hotel syariah yang kini menjadi magnet ditengah ketatnya persaingan di industri perhotelan.

Meningkatnya kesadaran umat Islam untuk menjalankan kehidupan sesuai tuntunan syariah, termasuk saat memilih hotel, memunculkan segmen pasar tersendiri. Salah satu contoh pengusaha yang imejnya melekat dengan bisnis hotel syariah adalah Riyanto Sofyan, Chairman PT Hotel Sofyan Syariah. Meski saat awal mendirikan hotel syariah, Riyanto Sofyan hanya berpikir untuk menjalankan usaha yang halal sesuai tuntunan agama Islam, ternyata hasilnya juga menguntungkan.

Perubahan konsep bisnis hotel konvensional ke hotel syariah ini dimulai sekitar tahun 1999. Saat itu, tentu orang sulit untuk membayangkan bisa sukses mengelola bisnis hotel dengan prinsip syariah. Kebanyakan orang justru bertanya-tanya,“Hotel kok pilih-pilih tamu, tidak ada klub malam dan tidak ada alkohol.Apa bisa?”

Namun kejeliannya dalam membidik segmen tamu yang ingin ketenangan saat menginap, membuat reposisi bisnis dari konvensional ke syariah justru berbuah manis. Mereposisi bisnis di saat kinerjanya sedang berjaya diakuinya sulit dipahami oleh banyak pihak, bahkan sang ayah sendiri, almarhum Doktor Sofyan Ponda. Apalagi, Riyanto Sofyan melakukan perubahan secara drastis.Target pasar hingga segmentasi pasar dari bisnis hotelnya berubah total, yang semula mengunakan cara-cara bisnis konvensional menjadi mengikuti prinsip ekonomi syariah. Pemahaman sederhananya, hotelnya tak lagi menyediakan minuman keras, klub malam hingga selektif dalam menerima tamu. Tamu yang bukan pasangan suami isteri juga tidak akan diterima bila menginap dalam satu kamar.

Tindakan peraih Master of Business Administration dari Europian University, Belgium ini awalnya memang ditentang sang ayah. “Kamu kemasukan fanatisme. Apa yang salah dengan bisnis kita. Tidak mencuri, tidak korupsi, tidak menerima fasilitas pemerintah,” kata Sofyan Ponda saat itu.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.