Sabtu, 12 September 2020

Dialog Dengan MUI, Kapolri Apresiasi Masukan Wakil Ketua GNPF MUI

Dialog Dengan MUI, Kapolri Apresiasi Masukan Wakil Ketua GNPF MUI

Foto: KH Zaitun Rasmin saat berdialog dengan Kapolri Tito Karnavia di Gedung MUI. (belaquran)

Jakarta, Swamedium.com– Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Selasa (21/3) berdialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung MUI, Jalan Proklamasi 51, Jakarta Pusat. Dalam dialog kebangsaan ini hadir pula Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI, Din Syamsuddin.

Din mengatakan, ini merupakan yang ketiga kalinya digelar dengan mengangkat tema “Dialog Ulama-Umara: Meneguhkan Kondusifitas Umat”. Sebelum dialog dimulai Din mengajak seluruh peserta dialog untuk mendoakan mantan Ketua PBNU, KH Hasyim Muzadi yang baru wafat pada Kamis 16 Maret lalu.

Sejalan dengan tema yang diangkat pada dialog ini, Kapolri Tito Karnavian menyampaikan bahwa kebhinekaan yang dimiliki bangsa ini harus dirawat bersama oleh rakyat Indonesia dan juga MUI.

“Saya ingin lebih menyampaikan tentang kebhinekaan karena ini merupakan tanggungjawab kita semua,” kata Tito.

Selanjutnya para pimpinan MUI bergantian menyampaikan sumbang saran dan pertanyaan kepada Kapolri. Kapolri sangat mengapresiasi masukan-masukan tersebut dan berjanji akan menindak lanjuti.

Salah satu masukan disampaikan oleh Wasekjen MUI KH Zaitun Rasmin. Beliau menyampaikan beberapa masukan terkait pentingnya dialog antara ulama dengan pemerintah hingga soal Pilkada DKI.

Kapolri menyambut baik masukan-masukan tersebut dan berjanji akan membahas dalam rapat bersama pihak terkait.

“Tadi saya catat poin-poin pentingnya untuk saya bawa (ke rapat-rapat dengan pihak terkait),” kata Kapolri menanggapi.

KH Zaitun menyatakan bahwa langkah awal untuk menyelesaikan banyak persoalan bangsa adalah dengan melangsungkan dialog. Ketua Umum Wahdah Islamiyah ini mengusulkan agar Polri bersama pemerintah bisa terus menjalin komunikasi, bukan hanya dengan para ulama tapi juga dengan para konglomerat di negeri ini.

Ia menyatakan bahwa hal ini pernah juga dilakukan para pemimpin terdahulu. Diantaranya seperti yang dilakukan Pak Harto di era Orde Baru. Menurut beliau, dialog dengan melibatkan para ulama, umara’, dan para pengusaha seperti itu akan dapat menyelesaikan banyak persoalan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.