Jumat, 05 Juni 2020

Fahri Hamzah: KPK Sengaja Kembangbiakan Isu Pajak

Fahri Hamzah: KPK Sengaja Kembangbiakan Isu Pajak

Foto: Klarifikasi Fahri Hamzah dilakukan sebagai tanggapan namanya, Fadhli Zon serta Syahrini (artis) disebut-sebut dalam persidangan Tipikor kasus suap pajak pada hari Senin (20/3). (Jamal/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com– Wakil ketua DPR RI Fahri Hamzah membantah atas tudingan bahwa dirinya terlibat kasus dugaan suap pajak Kasubdit Ditjen Pajak Handang Soekarno oleh Direktur PT Eka Prima Ekspor Ramapanicker Rajamohanan dan dugaan pengemplang pajak.

Klarifikasi Fahri Hamzah itu disampaikan di ruang Media Center gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (22/3). Klarifikasi ini di lakukan sebagai tanggapan namanya, Fadhli Zon serta Syahrini (artis) disebut-sebut dalam persidangan Tipikor saat mengadili kasus suap pajak pada hari Senin (20/3) kemarin.

“Rupaya KPK tidak melihat penyebutan nama saya dan Pak Fadli semacam insiden. Tapi itu semacam direncanakan, karena file tentang saya sudah ditemukan 4 November. Artinya, sudah lima bulan (sampai bulan ini). Harusnya mereka sudah tau masalahnya apa dan itu soal pajak itu harusnya itu dirahasiakan, ditutup,” ujar Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/3).

Fahri balik menuding KPK yang dengan sengaja mengolah dan menjadikan persidangan kasus suap pajak untuk menyerang dirinya, karena dirinya telah bersuara lantang terhadap persoalan kasus korupsi e-KTP. Dirinya pun berharap Ditjen Pajak juga memberikan klarifikasi.

“Rupanya setelah muncul di pengadilan, kebetulan kita lagi gencar mendiskusikan dan kritik saya pada KPK beberapa hari ini. Ini terkait pembelokan isu e-KTP,” tutur Fahri.

Fahri beranggapan, KPK secara nyata dengan sengaja mengolah isu ini untuk digunakan menyerang dirinya dan Fadhli zon, Buktinya isu terus di kembangbiakan.

“Saya mengamati pernyataan itu seperti diolah setiap hari. Hari ini ngomong kita (KPK-red) akan mendalami, besok kita (KPK-red) akan lihat uangnya apakah butuh pemanggilan dan sebagainya. Saya lihatnya ini ‘telanjang’, kekonyolannya ‘telanjang’. Seperti ngawurnya mengatakan tidak akan buka nama orang yang sudah mengembalikan uang itu (kasus korupsi e-KTP-red). Kan ngawur. Seharusnya itu orang sudah jadi tersangka tapi dilindungi oleh KPK,” tegas Fahri. (JM)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.