Senin, 18 Januari 2021

Pemerintah Siapkan “Holding” BUMN Tambang untuk Kuasai Saham Freeport

Pemerintah Siapkan “Holding” BUMN Tambang untuk Kuasai Saham Freeport

Jakarta, Swamedium.com – Pemerintah mengisyaratkan induk usaha (holding) BUMN Pertambangan yang akan terbentuk tahun depan dapat mengambilalih saham divestasi PT. Freeport Indonesia hingga 51 persen. Saham Freeport yang sudah dikuasai saat ini sebesar 9,36 persen.

Banner Iklan Swamedium

Holding BUMN Tambang bisa menjadi pintu masuk menjadi mayoritas di Freeport. Pemerintah sedang berupaya menuntaskan holding tambang yang menyatukan empat BUMN yaitu PT Inalum (Persero), PT Antam Tbk (Persero), PT Bukit Asam Tbk (Persero), PT Timah Tbk (Persero),” kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius K. Ro, sebagaimana dikutip Antaranews.com.

Menurut Aloysius, PT Inalum yang disiapkan sebagai induk usaha BUMN sedang menunggu Peraturan Pemerintah (PP) inbreng, sebagai payung hukum karena tiga perusahaan yang masuk induk usaha BUMN tambang, yaitu Antam, Timah dan Bukit Asam merupakan perusahaan publik.

Sedangkan, PP No. 72/2016 tentang Tata Cara Penyertaan dan Penatausahaan Modal Negara pada Badan Usaha Milik Negara dan Perseroan Terbatas sudah terbit.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Fajar Harry Sampurno mengatakan, tujuan utama pembentukan induk usaha BUMN tambang adalah untuk membentuk perusahaan tambang yang besar, kuat dan lincah.

Dengan demikian, induk usaha BUMN tambang mempunyai daya saing yang kuat dalam berhadapan dengan dominasi swasta nasional dan asing yang fokus pada kegiatan-kegiatan pengembangan sumber energi, peningkatan nilai tambah mineral dan investais berkelanjutan.

Strategi pembentukan holding, kata Harry, adalah untuk menguasai cadangan dan sumber daya mineral di Indonesia, hilirisasi produk dan kandungan lokal, serta menjadi perusahaan kelas dunia.

“Dalam pembelian saham divestasi Freeport, Pemerintah Pusat menjadi urutan pertama, kemudian Pemda dan BUMN. Kalau ditujuk Pemerintah maka BUMN siap mengeksekusi bertahap hingga sampai 51 persen,” tutur Harry.

Ia menambahkan, sejauh ini Kementerian BUMN sudah menyampaikan surat pernyataan berminat untuk mengambilalih saham divestasi Freeport kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian ESDM.

Selanjutnya, kedua kementerian tersebut sudah menjawab dan menyerahkan surat tanda persetujuan kepada Kementerian BUMN untuk menindaklanjuti rencana masuk ke Freeport untuk memperbesar kepemilikan saham.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikit mengatakan, dari sisi pendanaan, Holding BUMN Tambang akan lebih siap untuk menggalang kekuatan finansial.

“Selain ekuitas dari masing-masing BUMN, tentu bisa juga diupayakan dari pinjaman. Dengan holding kapasitas dan struktur permodalan serta tingkat leverage perusahaan semakin besar,” ujar Budi (*)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita