Jumat, 29 Mei 2020

Selain Kasus e-KTP, Gema 77-78 Minta KPK Usut Juga Kasus Besar Lainnya

Selain Kasus e-KTP, Gema 77-78 Minta KPK Usut Juga Kasus Besar Lainnya

Foto: KPK diminta usut juga kasus besar lainnya seperti: kasus BLBI, Bank Century, Rekening Gendut Polri, RS Sumber Waras dan Kasus Dana off budgeter proyek reklamasi. (ist)

Jakarta Swamedium.com– sejumlah Aktifis yang berasal dari berbagai kalangan menyambangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada Jakarta Selatan pada Rabu (22/3).

Para aktifis yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) 77-78 se-Indonesia itu bertemu dengan salah satu Pimpinan KPK La Ode Muhammad Syarif.

Tidak dapat dipungkiri, KPK lembaga negara yang menjadi ujung tombak dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang marak terjadi, malah mendapat tekanan dari berbagai pihak terkait mega skandal kasus korupsi yang tengah diusut dan didalami KPK.

“Kasus korupsi yang terjadi di Indonesia sudah sangat memprihatinkan dan sangat merugikan rakyat kecil,” terang koordinator aktifis Gema 77-78 Helmansyah di lokasi.

Helmansyah menambahkan bahwa ada empat poin tuntutan yang telah disampaikan kepada Pimpinan KPK, yakni:

1. GEMA 77/78 mendukung sepenuhnya jika KPK mengadili semua yang terlibat kasus E – KTP baik yang langsung menerima dana maupun yang hanya berpotensi memperkaya pihak lain baik institusi partai maupun personal yang memberi jalan atau merencanakan terhadap pembobolan dana e-KTP sebanyak 2.3 Triliun.

2. Menuntut agar KPK juga menyelesaikan secara tuntas kasus BLBI, kasus Bank Century, kasus Rekening Gendut Polri, Kasus RS Sumber Waras dan Kasus Suap/Dana off budgeter proyek reklamasi.

3. Mendukung dikenakannya hukuman mati terhadap pidana korupsi seperti kasus gembong Narkoba, untuk membuat efek jera terhadap calon pelaku korupsi.

4. Menolak revisi UU KPK khususnya yang terkait dengan dihilangkannya hak penyadapan, diadakannya SP3 serta menghilangkan fungsi justice collabotrator serta dibentuknya Dewan Pengawas, yang semuanya akan memperlemah fungsi KPK.

Sebanyak 18 orang hadir dalam pertemuan dengan La Ode Muhammad Syarif. Ke 18 orang tersebut merupakan perwakilan alumni dari berbagai kampus yang hingga kini masih tetap aktif menyuarakan keadilan di Indonesia. (Jok)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.