Jumat, 03 Desember 2021

Tokoh ICMI Ajak Pengusaha Muslim Bangkitkan Perekonomian

Tokoh ICMI Ajak Pengusaha Muslim Bangkitkan Perekonomian

Jakarta, Swamedium.com – Sudah menjadi rahasia umum bila para pengusaha dan pemilik modal adalah penguasa sesungguhnya di negeri ini. Prihatin dengan kondisi saat ini, Tokoh ICMI mengajak pengusaha muslim Indonesia untuk bangkit menggerakkan perekonomian agar  membantu Indonesia menjadi lebih baik.

Banner Iklan Swamedium

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshidiqqie mengatakan, saat ini yang berkuasa di Indonesia adalah para pengusaha dan pemilik modal. Mereka yang mengatur politik dan kepentingan publik di Indonesia, bahkan berani membiayai para politisi dan calon penjabat di daerah untuk menyedot potensi alam jika berhasil memenangkan Pilkada.

Oleh karena itu,  Jimly melanjutkan pengusaha Muslim harus mengambil alih kekuasaan dari tangan-tangan jahat. Sudah saatnya pengusaha muslim mengalihkan kekuasaan ke arah yang lebih positif.

“Yang berkuasa sebenarnya konglomerat. Karena biaya politik mahal, para konglongmerat biayai siapa saja yang mau berkuasa. Puncaknya demokrasi dikalahkan pengusaha saat Donald Trump berkuasa. Di Amerika sudah terjadi. Di Indonesia juga terjadi,” kata dia saat menerima pengurus SKPI seperti dikutip Republika.

Jimly mengungkapkan saat ini keberadaan pengusaha Muslim di Indonesia semakin minoritas, sehingga Syarikat Kebangkitan Pemuda Islam (SKPI) harus mampu menggerakkan perekonomian.

“Kalau dari perspektif penduduk, kita mayoritas Muslim. Kalau perspektif ekonomi, kita yang Muslim justru minoritas. Dari 50 orang terkaya di Indonesia hanya lima pengusaha Muslim,” kata Jimly.

Dia pun berpesan kepada pemuda SKPI agar menggerakan dunia ekonomi karena pemuda Muslim sudah lupa akan dunia ekonomi.

“Jadi itu perlunya organisasi. Pemuda Muslim jangan cuma ngaji. Jadi gerakan bidang ekonomi. Masih banyak yang belum dikerjakan,” jelasnya.

Selain itu dia juga berpesan agar pemuda tidak berjuang dengan setengah hati. Apalagi di Indonesia sudah banyak muncul berbagai macam gerakan yang bertujuan untuk mempersatukan. Namun, hal tersebut sulit tercapai, karena sudah menjamurnya ribuan organisasi.

Jimly menekankan yang paling penting adalah setiap organisasi saling bersinergi untuk mempersatukan umat.

“Al Qur’an menyebut, bekerja samalah dalam kebaikan dan takwa. Jangan berkomplot untuk dosa dan permusuhan. Kalau persatuan cuma kelipatan tambah, tapi kalau sinergi kelipatan kali. Jadi berorganisasi dan bersinergi itu kalau saya bilang hukumnya fardu a’in. Yang ujungnya bisa persatukan umat,” ujarnya. (*)

Banner Iklan Swamedium

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita