Rabu, 16 September 2020

Amnesti Pajak Ditutup 31 Maret, Orang Kaya Masih Banyak yang Mangkir

Amnesti Pajak Ditutup 31 Maret, Orang Kaya Masih Banyak yang Mangkir

Jakarta, Swamedium.com – Meski pemerintah sudah berbaik hati mengeluarkan program pengampunan pajak, banyak orang kaya yang selama ini memarkir dananya di luar negeri masih enggan untuk jujur dengan kepemilikan hartanya dan membayar pajak. Terbukti, program amnesti pajak yang akan ditutup pada 31 Maret 2017, bisa dipastikan tidak mencapai target.

Hingga 9 hari sebelum program tahap akhir ini ditutup , Dashboard Amnesti Pajak yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan baru menunjukkan realisasi dana tebusan sebesar Rp108 triliun atau sekitar 65% dari target Rp165 triliun.

Realisasi lebih memprihatinkan terjadi pada dana repatriasi atau harta yang dialihkan dari luar negeri ke dalam negeri, yang baru sebesar Rp145 triliun atau hanya 14,5% dari ekspektasi awal Presiden Joko Widodo yang optimistis bisa mencapai Rp1000 triliun. Nilai dana repatriasi itu pun masih dalam bentuk komitmen, yang realisasinya biasanya lebih kecil. Pencapaian tersebut, tentu jauh dari harapan saat awal program ini dicanangkan oleh presiden.

Dari sisi jumlah peserta yang ikut program pengampunan pajak juga jauh dari harapan. Menkeu. Sri Mulyani mengharapkan peserta amnesti pajak bisa mencapai 2 juta orang. Tetapi, realisasinya diperkirakan tidak mencapai 10 ribu orang. Sampai Februari 2017, pesertanya tercatat baru 6.593 orang.

Indikasi tidak tercapainya target amnesti pajak itu sudah terlihat sejak pelaksanaan program tahap kedua yang berakhir Desember tahun lalu. Sinyal tidak akan mencapai target semakin jelas jelang akan berakhirnya keseluruhan program itu pada 31 Maret 2017.

Melihat indikasi kegagalan itu,pemerintah tidak tinggal diam, bahkan makin agresif dalam menjaring wajib pajak (WP). Terbukti, amnesti pajak yang niat awalnya untuk membawa masuk dana WNI yang parkir di luar negeri, akhirnya justru menyasar ke seluruh rakyat tanpa terkecuali. Para ibu rumah tangga hingga pensiunan pun menjadi bingung, kasak-kusuk, takut dibilang menyembunyikan pajak. Padahal, amnesti pajak seharusnya untuk yang melakukan penghindaran pajak. Dan, yang biasa menghindari pajak adalah yang banyak uang.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.