Thursday, 22 August 2019

Komitmen Dukungan Pariwisata Berkelanjutan di Raja Ampat

Komitmen Dukungan Pariwisata Berkelanjutan di Raja Ampat

Foto: 18 pemangku kepentingan di Raja-Ampat berkomitmen pariwisata berkelanjutan. (ist)

Waisai, Swamedium.com– Pada hari Rabu, 8 Maret 2017, delapan belas orang dari Pemerintah Kabupaten Raja Ampat, Sorong, Papua Barat, dan pemangku kepentingan pariwisata di wilayah tersebut menandatangani deklarasi Komitmen Pariwisata Berkelanjutan.

Penandatanganan ini sebagai bentuk tindak lanjut dari hasil kajian Daya Dukung Pariwisata Berkelanjutan Raja Ampat. Dokumen tersebut dipaparkan pada Lokakarya Pariwisata Berkelanjutan, yang dibuka oleh Bupati Kabupaten Raja Ampat, H. Abdul Faris Umlati, bertempat di Aula Kantor Bupati Raja Ampat pada hari tersebut.

Raja Ampat merupakan salah satu target wisata turis lokal dan mancanegara. Kekayaan bahari dengan keindahan terumbu karang, spesies lokal yang terancam punah, dan keindahan alamnya, merupakan daya pikat kawasan ini. Ditambah dengan formasi karst yang indah amat menarik untuk para fotografi. Data menunjukkan peningkatan pengunjung dalam sewindu berlipat sebanyak 10 kali dari 998 pengunjung di tahun 2007 menjadi 14.137 di tahun 2015.

Bila trend ini berlangsung terus maka pada tahun 2021 Raja Ampat akan dikunjungi oleh setidaknya 92.000 orang. Bila wisatawan yang banyak jumlahnya ini tidak dikelola dengan baik maka sumberdaya wisata Raja Ampat, yang sangat bergantung pada keberlanjutan ekosistem laut dan hutan, ini akan rusak dan merugikan pemerintah dan masyarakat.

Pada deklarasi tersebut, Bupati Raja Ampat menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Raja Ampat fokus pada pengembangan ekonomi daerah yang berbasis konservasi, bukan ekonomi pertambangan.

“Sudah menjadi komitmen kami untuk membangun sektor pariwisata dan perikanan sebagai leading sectors di Raja Ampat, demikian Umlati mengungkapkan.

“Potensi pariwisata dapat memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Raja Ampat,” tambahnya lagi.

Permasalahan yang dihadapi adalah mempertahankan kawasan pariwisata untuk kurun waktu yang panjang. United Nation Environmental Programme (UNEP) pada 2009 menyebutkan pembangunan pariwisata perlu memperhatikan ekonomi lokal, penyerapan sumber daya manusia di kawasan tersebut, serta tidak merusak lingkungan, sosial dan budaya yang ada. Pembangunan diarahkan pada visi keberlanjutan dari segala sisi, tidak hanya melihat dari sisi pertumbuhan jumlah wisatawan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)