Kamis, 21 Januari 2021

Penggunaan Obat-obatan Herbal

Penggunaan Obat-obatan Herbal

Pertanyaan Pembaca:

Banner Iklan Swamedium

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh….
Langsung saja ya…
Kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat tinggi, obat herbal yang baik apa ya… Mohon pencerahan, saat ini beliau berusia 76th, keseharian sehat wal’afiat… Jalan kaki 1-4km ( kepasar ) masih sanggup Alhamdulillah…..
Terima kasih
Assalamualaikum….

Mohamad SK

Jawaban:

Wa’alaikum salam Warahmatullahi Wabarakatuh,

Obat Herbal atau Tanaman Obat berdasarkan Peraturan Kepala BPOM RI Nomor HK.00.05.41.1384 terdiri dari 3 jenis yaitu:

1. Obat Tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut, yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman (Jamu= contoh obat Tradisional Indonesia).

2. Obat Herbal terstandar adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah di standarisasi (Belum teruji secara klinis).

3. Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah di standarisasi.

Jamu sebagai warisan budaya bangsa perlu terus dikembangkan dan dilestarikan dengan fokus utama pada aspek mutu dan keamanannya (safety). Khasiat jamu sebagai obat herbal selama ini didasarkan pengalaman empirik yang telah berlangsung dalam kurun waktu yang sangat lama. Berdasarkan berbagai hasil penelitian ilmiah yang telah dilakukan selama ini ternyata sebagian besar jamu yang digunakan oleh masyarakat luas mengandung dua komponen penting, yaitu imunomodulator dan anti oksidan.
Dengan demikian jamu bermanfaat untuk menjaga dan memelihara kesehatan, sehingga tidak mudah sakit karena sistem imunitas tubuh terpelihara dan berfungsi dengan baik.

Obat Herbal Terstandar adalah obat yang simpliasianya telah dilakukan standarisasi dan telah dilakukan uji pra klinik. Standarisasi simplisia merupakan upaya menyeluruh dimulai dengan pemilihan lahan (unsur tanah) yang tepat untuk tumbuhan obat tertentu, budi daya yang baik sampai pasca panen (good agriculture practices). Setiap simplisia mengandung komponen yang kompleks. Untuk standarisasi bagi setiap simplisia maka perlu ditetapkan zat penanda (finger print) yang digunakan sebagai parameter.

Fitofarmaka adalah adalah obat herbal yang telah dilakukan uji klinik secara lengkap.Dengan uji klinik yang lengkap dan mengikuti prinsip-prinsip uji klinik yang baik, maka fitofarmaka dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan formal karena memiliki evidence base dan dukungan data ilmiah yang kuat.

Karena itulah obat herbal yang mempunyai kualitas yang mendekati obat medis adalah jenis Fitofarmaka, namun dokter dalam memberikan terapi terikat dengan standar Pedoman Terapi (Golden Standar) yang ada dan memang teruji secara klinis berdasarkan Evidence Base Medicine yang memang hanya terbatas pada Obat Medis.

Kembali kepada kasus yang ada, dimana kondisi pasien wanita usia 76 tahun dengan kondisi yang sehat dengan hasil Laboratorium: Gula Darah Sewaktu 326; Asam Urat 7,7; dan Cholesterol 387 merupakan gangguan metabolik yang mungkin sampai saat ini belum muncul gangguan ataupun gejala klinis atas gangguan metabolik tersebut. Dengan kondisi tersebut kami tetap menyarankan untuk berkonsultasi secara langsung ke dokter setempat untuk dipastikan tidak adanya gangguan ataupun gejala klinisnya.

Namun kalaupun keluarga tetap dengan keyakinan menggunakan obat herbal, pilihlah yang merupakan jenis Fitofarmaka yang sudah memperoleh ijin dari BPOM RI, misalnya:

1. Diabmeneer Nyonya Meneer – Fitofarmaka untuk Diabetes yang mengandung ekstrak momordica fructis yang membantu mengurangi konsentrasi gula darah.

2. Stimuno Dexa Medica – Fitofarmaka Modulator Imun (Imunomodulator); ekstrak Phylanthus niruri atau meniran di dalamnya berkhasiat merangsang tubuh lebih banyak memproduksi lebih banyak antibodi dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh agar bekerja optimal.

3. Tensigard Phapros – Fitofarmaka Hipertensi (Darah Tinggi); ekstrak apii herba dan ekstrak orthosiphonis berkhasiat untuk menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.

4. Rheumaneer Nyonya Meneer – Fitofarmaka Rematik; mengandung ekstrak Curcumae Rhizoma yang berkhasiat melancarkan peredaran darah, menghilangkan nyeri dan kaku sendi, menghangatkan, dan menyegarkan badan.

5. X-Gra Phapros – Fitofarmaka Lemah Syahwat (Impoten Aphrodisiaka); terbuat dari ekstrak ginseng, royal jelly, ekstrak ganoderma, dan lainnya. Obat ini berkhasiat meningkatkan stamina pria dan membantu mengatasi disfungsi ereksi serta ejakulasi dini.

6. Nodiar Kimia Farma – Fitofarmaka Diare (Mencret); yang terbuat dari ekstrak apel dan rimpang kurkuma. Kandungan attapulgite dan pectin di dalamnya diklaim dapat mengabsorpsi virus, bakteri, gas, dan toksin yang terdapat dalam usus.

Demikian saran dan masukan dari kami.
Terima kasih

Wassalam,
Dr. Didid Winnetouw

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita