Sabtu, 15 Mei 2021

Perjanjian Fidusia Lindungi Pembeli Kendaraan Dari Ancaman Penarikan Paksa

Perjanjian Fidusia Lindungi Pembeli Kendaraan Dari Ancaman Penarikan Paksa

Jakarta, Swamedium.com – Perusahaan leasing atau pembiayaan tidak bisa semena-mena menarik kendaraan bermotor milik konsumen yang cicilannya macet. Bila kendaraan Anda akan ditarik oleh leasing, mintalah surat perjanjian fidusia dan sebelum ada suratnya jangan izinkan debt collector membawa kendaraan Anda.

Banner Iklan Swamedium

Menurut Undang-undang No 42 Tahun 1999, fidusia adalah suatu proses mengalihkan hak milik atas suatu benda dengan dasar kepercayaan, tetapi benda tersebut masih dalam penguasaan pihak yang mengalihkan. Fidusia umumnya dimasukkan dalam perjanjian kredit kendaraan bermotor. Debitur yang membayar biaya jaminan fidusia tersebut. Sedangkan Pihak leasing wajib mendaftarkan setiap transaksi kredit di depan notaris atas perjanjian fidusia ini.

Perjanjian fidusia ini melindungi aset konsumen, sehingga leasing tidak bisa serta merta menarik kendaraan yang  cicilannya macet. Dengan perjanjian fidusia, alur yang seharusnya terjadi adalah pihak leasing melaporkan ke pengadilan.

Selanjutnya, kasus kredit macet itu akan disidangkan dan pengadilan akan mengeluarkan surat keputusan untuk menyita kendaraan. Kendaraan yang disita itu akan dilelang oleh pengadilan dan hasil penjualannya untuk membayar utang kredit Anda ke perusahaan leasing. Jika masih ada sisa, itu menjadi hak dari debitur/konsumen.

“Benar, dengan perjanjian fidusia itu, debt collector tidak bisa sembarangan menarik kendaraan yang cicilannya macet,” kata Dita oktaviani, pengacara muda, alumni UGM itu saat dimintai pendapatnya terkait hukum fidusia. Tentu saja, cerita miris soal debt collector yang main paksa mengambil kendaraan yang kreditnya macet itu tidak akan terjadi bila konsumen paham hukum dan perusahaan leasing taat hukum.

Saat akad kredit, konsumen harus memastikan ada perjanjian fidusia ini. Dan jika bermasalah,  kendaraan anda akan ditarik leasing, mintalah surat perjanjian fidusianya. Sebelum ada surat fidusia tersebut jangan bolehkan penagih membawa kendaraan anda. Bila penagih ternyata membawa sepucuk surat fidusia palsu, silakan anda membawanya ke jalur hukum, maka pihak leasing akan didenda minimal Rp1,5 milyar.

Aturan BI

Bank Indonesia dalam Surat Edaran BI No. 15/40/DKMP tanggal 23 Sep 2013 mengatur bahwa syarat uang muka/DP kendaraan bermotor melalui bank minimal 25% utk roda

dua dan 30% untuk kendaraan roda tiga atau lebih untuk tujuan non-produktif, serta 20% untuk roda tiga atau lebih untuk keperluan produktif.

Diduga, banyak perusahaan leasing yang melanggar aturan persyaratan besar DP dan tidak membuat perjanjian fidusia. Karena itu, kalau perusahaan leasing sampai berani main paksa membawa kendaraan yang kreditnya macet dan konsumdn membawa ke jalur hukum, mereka justru yang bisa kena masalah.

Selain BI, Kementerian Keuangan juga telah mengeluarkan peraturan yg melarang leasing atau perusahaan pembiayaan utk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit kendaraan. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi perusahaan pembiayaan yg dikeluarkan tanggal 7 Oktober 2012.

Tindakan Leasing melalui debt collector yang mengambil secara paksa kendaraan di rumah, merupakan tindak pidana pencurian. Jika pengambilan dilakukan di jalan, merupakan tindak pidana perampasan. Mereka bisa dijerat Pasal 368, Pasal 365 KUHP Ayat 2, 3 & 4 junto. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

2 Comments

  1. Anonim

    Selamat pagi..
    Jika kendaraannta sudah terlanjur di tarik oleh dept collector
    Langkah apa yg harus saya lakukan..soalnya pihak leasing minta biaya penarikan 10jutaan

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita