Minggu, 20 September 2020

Turki, Jerman, dan Belanda Bersitegang Urat Leher

Turki, Jerman, dan Belanda Bersitegang Urat Leher

Ilustrasi: Kanselir Angela Merkel dan Presiden Recep Tayyip Erdoğan. (SCfF)

Ankara, Swamedium.com — Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, mengancam orang-orang Eropa di seluruh dunia tidak akan dapat berjalan dengan aman di jalanan-jalanan jika mereka tetap bersikap seperti sekarang ini.

Turki bersengketa dengan Jerman dan Belanda karena pejabat-pejabatnya mendapat halangan berkampanye di kedua negara tersebut.

Kampanye itu dalam rangka upaya menggalang dukungan saat referendum yang akan Turki adakan. Referendum pada 16 April itu untuk mengubah sistem pemerintahan Turki dari parlementer menjadi presidensial, yang semakin menguatkan posisi dan kekuasaan Erdoğan.

Ada sekitar 1,4 juta warga Turki yang tinggal di Jerman. Mereka berhak memilih dalam referendum. Pemungutan suara berlangsung di 13 konsulat dan tempat-tempat lain di seluruh Jerman pada 27 Maret hingga 9 April.

“Jika Eropa terus seperti ini, tidak ada orang-orang Eropa di seluruh dunia yang dapat berjalan aman di jalanan-jalanan. Kita, sebagai orang Turki, menyerukan Eropa agar menghormati HAM dan demokrasi,” kata Erdoğan kepada para jurnalis lokal di Ankara, Rabu (22/3).

Bahkan, Erdoğan mengecam Jerman telah menggunakan taktik “Nazi” setelah Jerman melarang dua menteri Turki berpropaganda di Jerman dengan alasan keamanan.

Media Jerman melaporkan bahwa Erdoğan berencana mengunjungi Jerman pada bulan ini untuk menggalang dukungan, tetapi pemerintahan Jerman di Berlin tidak menerima pesan resmi tentang kunjungan itu.

Surat kabar pendukung rezim AKP, Güneş, menampilkan Kanselir Angela Merkel ber-outfit seragam militer Nazi dan berkumis Hitler serta ejekan “Hitler wanita” dan “bibi jelek” pada halaman pertamanya. (Yasin Akgül/AFP)

Kanselir Jerman, Angela Merkel, meminta pemerintahan Turki di Ankara menghentikan ucapan umpatan seperti itu, tetapi Erdoğan berulang-ulang menyebut rezim Jerman sekarang ini seperti Nazi, terakhir dalam pidatonya, Selasa (21/3).

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.