Minggu, 07 Juni 2020

Gabungan Ormas Islam Minta Polisi Segel Gereja di Bekasi Utara

Gabungan Ormas Islam Minta Polisi Segel Gereja di Bekasi Utara

Jakarta, Swamedium.com– Ratusan orang dari sejumlah ormas Islam yang dikabarkan sempat bentrok dengan personel kepolisian di depan Gereja Katolik Santa Clara, Bekasi, Jawa Barat kembali berorasi, Jumat (24/3).

Mereka meminta kepolisian memasang garis polisi dan menyegel gereja yang sedang dibangun itu.

Seorang orator dari kumpulan ormas mengatakan, pembangunan gereja Santa Clara harus dihentikan. Mereka menilai pembangunan kembali gereja tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan yang dihasilkan pada pertemuan di kantor Pemerintah Kota Bekasi beberapa waktu lalu.

“Pertemuan di Pemkot menyatakan bangunan tersebut status quo,” ujarnya.

Massa ormas Islam itu menyatakan akan terus beraksi jika Pemkot Bekasi dan kepolisian tidak menyegel Gereja Santa Clara.

“Kami hanya minta pembangunan ini dihentikan sampai izin pembangunan jelas,” tegas orator itu.

Sekadar diketahui, pada bulan Agustus 2015, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pernah menyatakan status izin pembangunan Gereja Santa Clara adalah status quo.

Ia mengeluarkan pernyataan itu di depan ribuan anggota Majelis Silaturahim Umat Islam Bekasi (MSUIB) menggelar aksi penolakan atas rumah ibadah tersebut.

“Kalau kebijakan kami masih menimbulkan interpretasi di tengah masyarakat, silakan lakukan kajian ulang. Ada status quo sampai ada putusan tetap,” ujarnya kala itu.

Asal Muasal Konflik Gereja Santa Clara
Pernyataan Walikota Bekasi Rahmat Effendi seperti yang dilansir voa-islam, menanggapi rencana pembangunan Gereja Katolik Paroki Santa Clara yang berlokasi di Jalan Duta Bulevard Barat Blok AE-3 No.7 RT03/RW06, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, sudah sesuai dengan ketentuan dan syarat tentang tata cara pendirian rumah ibadah.

“Kita sudah menjelaskan, bahwa mereka sudah memenuhi proses dan prosedural dan juga syarat-syaratnya. Jadi tidak ada yang dibohongi dalam persoalan ini,” ujar Walikota Bekasi, Rahmat Effendi, Sabtu (8/8/2015).

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.