Minggu, 13 September 2020

Komisi X DPR : Pemerintah Harus Kaji Ulang Rencana Kenaikan Tarif Transportasi Online

Komisi X DPR : Pemerintah Harus Kaji Ulang Rencana Kenaikan Tarif Transportasi Online

Foto. Tarif taksi online kini diatur oleh pemerintah . (ist)

Jakarta, Swamedium.com– Anggota Komisi X DPR RI Reni Marlinawati menilai, tentang rencana pemerintah menaikkan tarif transportasi online akan mempengaruhi animo masyarakat untuk menggunakannya.

Sehingga rencana revisi Permenhub No 32 Tahun 2016 itu perlu dikaji ulang karena akan memberi dampak pada menurunnya pendapatan pengemudi taksi online.

“Dengan tarif yang disesuaikan, secara logis akan memengaruhi animo masyarakat untuk menggunakan alat transportasi tersebut. Dengan kata lain, pendapatan pengemudi taksi online besar kemungkinan akan mengalami penurunan,” kata Reni dalam rilis yang diterima Parlementaria pada Jumat, (24/3).

Politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2016 lalu, angka pengangguran berkurang salah satu penyebabnya adalah transportasi berbasis online.

“BPS mencatat, sebanyak 500 ribu tenaga kerja terserap di sektor transportasi, pergudangan dan komunikasi. Harus diakui, menjamurnya transportasi berbasis online telah mampu mengurangi angka pengangguran,” ujar Reni.

Ia meminta kepada pemerintah untuk meninjau ulang kembali serta akibat dampak dari penerapan dari permenhub tersebut terhadap tenaga kerja yang terserap melalui transportasi berbasis online ini.

“Jangan sampai kebijakan tersebut justru membuat masalah sosial baru, salah satunya dengan bertambahnya pengangguran karena omset transportasi online turun,” tegas Reni.

Dirinya pun mempertanyakan kepada pemerintah, kenapa tidak didorong adanya transportasi konvensional yang lebih murah. Hal itulah yang ia terima ketika masyarakat menyampaikan aspirasinya secara langsung terkait rencana kenaikan tarif taksi online.

“Pertanyaannya, mengapa tidak didorong menjadikan transportasi konvensional dibuat lebih murah, aman dan nyaman? Bukan justru membuat kebijakan dengan menjadikan tarif taksi online menjadi naik. Setidaknya suara-suara tersebut muncul dari masyarakat yang disampaikan ke kami,” pungkasnya. (JM)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.