Jumat, 22 Januari 2021

Pergantian Dirut BNI Syariah Dinilai Mendadak

Pergantian Dirut BNI Syariah Dinilai Mendadak

Foto: Pergantian Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono dinilai mendadak oleh masyarakat. (ist)

Jakarta, Swamedium.com– Beredar kabar telah terjadi pergantian Direktur Utama Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah Imam Teguh Saptono pada Jumat (24/3). Pergantian yang dinilai mendadak ini meninggalkan tanda tanya besar di masyarakat.

Banner Iklan Swamedium

Dalam acara perpisahan, Imam Teguh Saptono sempat menyampaikan bahwa pencopotan dirinya bukanlah hal yang aneh karena merupakan bagian dari konsekuensi yang tak bisa dihindari dan dipungkiri.

“Para sahabat surga, per hari ini amanah saya sebagai Dirut BNI Syariah berakhir. Sebagai konsekuensi logis dari keberpihakan yang tidak mungkin saya hindari dan pungkiri. Semua normal dan tidak ada yang aneh karena BNI Syariah mungkin memang belum milik umat. Mohon maaf bila ada kesalahan selama menjabat di BNI Syariah,” tutur Imam seperti yang dilansir opinibangsa.

Sementara pihak BNI Syariah, memberikan keterangan bahwa hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BNI Syariah memang telah memutuskan mengganti dua direksi BNI Syariah. Tak hanya Imam, direktur bisnis konsumer Kukuh Rahardjo pun ikut tergeser.

Sekretaris Perusahaan PT Bank BNI Syariah, Endang Rosawati menyampaikan, pemegang saham BNI Syariah dalam keputusannya pada RUPSLB per 23 Maret 2017 mengenai perubahan Manajemen BNI Syariah menetapkan pengakhiran masa tugas Imam Teguh Saptono sebagai Direktur Utama dan Kukuh Rahardjo sebagai Direktur Bisnis Konsumer BNI Syariah.

RUPSLB kemudian mengangkat Abdullah Firman Wibowo sebagai direktur utama dan Dhias Widhiyati sebagai direktur bisnis konsumer. Keduanya efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Perubahan direksi merupakan kewenangan pemegang saham dalam rangka mempersiapkan BNI Syariah menjadi bank yang modern, dinamis, dan mencakup semua golongan,” ungkap Endang dalam rilis tertulis Jumat (24/3).

Sebagai catatan, berikut kiprah Imam Teguh Saptono sebelum bergabung dengan BNI Syariah:

Ia memulai kariernya sebagai Trainee for Management Instructor di PT Garuda Indonesia. Bergabung dengan BNI tahun 1996 di Divisi Perencanaan Strategis (1996) dan menjabat sebagai Senior Asisten Manajer Hubungan Investor Bidang Riset Pasar Modal dan Pengembangan Bank BNI (1996-1998), sempat menjabat sebagai Head of Investor Relations di Bank Permata (2003-2005) serta Vice President of Corporate Secretary Bank Permata (2005-2007).

Imam Teguh Saptono baru bergabung kembali dengan BNI di tahun 2007 sebagai Wakil Koordinator Non Organic Growth Project. Bergabung dengan Tim Implementasi Pembentukan Bank Umum Syariah tahun 2009, Direktur Risiko dan Kepatuhan BNI Syariah sejak Juni 2010.

Pria alumni Institut Pertanian Bogor (IPB) ini memperoleh gelar Sarjana Ilmu Pertanian pada tahun 1992 dan Magister Manajemen Agri Bisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada tahun 1994. Ia memperoleh gelar Doktor dalam bidang Manajemen Bisnis di Institut Pendidikan Bogor (IPB) pada tahun 2011.

Pada tahun 2012, Imam menjabat sebagai Direktur Bisnis dan mulai menjabat sebagai Direktur Utama di BNI Syariah sejak tahun 2016.

Pria yang ikut serta Aksi Bela Islam III ini membuat banyak terobosan selama berkarir di BNI Syariah. Terobosan tersebut antara lain, menghapus denda keterlambatan, karena menurutnya segala bentuk denda finansial adalah riba, lalu mengampanyekan riba amnesty dan menggagas Griya Swakarya, yang akhirnya direstui OJK sebagai sebuah bentuk akad bisnis properti dengan para developer.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita