Kamis, 04 Juni 2020

Timses Anies-Sandi Ungkap Lagi DPT Tidak Valid

Timses Anies-Sandi Ungkap Lagi DPT Tidak Valid

Foto: Syarief salah satu tim pemenangan Anies-Sand sedang menjelaskan Daftar Pemilih Tetap yang tidak valid di Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara. (asmc)

Jakarta, Swamedium.com – Setelah berhasil mengungkap kejanggalan daftar pemilih tetap (DPT) Jakarta Barat, Tim Pemenangan Anies-Sandi kembali memaparkan temuan mereka terkait DPT tidak valid di Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara.

Syarif selaku Sekretaris Tim Pemenangan Anies-Sandi mengatakan, temuan itu menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pihak penyelenggara Pilkada DKI.

“Temuan ini menjadi bagian penting sebagai kontrol kita terhadap penyelesaian masalah yang makin menumpuk,” ucap Syarif dalam acara Quovadis Data Pemilih Putaran II sebagai sarana Pemilih Siluman di Posko Pemenangan Anies-Sandi di Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (23/3).

Syarif memaparkan, ada 218 DPT invalid dan diantaranya ada 4 pemilih dengan data ganda di Kepulauan Seribu. Temuan berikutnya ada di Jakarta Utara di mana dari 624.424 pemilih di Daftar Pemilih Sementara (DPS) Jakarta Utara, terdapat 1186 data pemilih tetap yang invalid dari 5 kecamatan yang terdiri dari 19 kelurahan.

“Sebenarnya masalah mendasar di kita itu kan DPTb (daftar pemilih tambahan) yang jumlahnya fantastis, ada 237 ribu yang ternyata sampai kemarin di hotel oasis itu gak bisa dibuka rinciannya, mana yang suket, mana yang e-KTP oleh KPUD,” jelas Sekretaris komisi A DPRD DKI itu.

Padahal menurut Syarif, pada kasus suket, Disdukcapil sudah menyampaikan laporan kepada KPUD bahwa jumlah suket dari tanggal 12 Februari ada sekitar 84 ribu. Kemudian, ditambah, sampai sekitar 117 ribu.
Jadi, menurut dia, pergerakan suket hingga 16 Februari bertambah sekitar 33 ribu kurang lebih.

“Suket itu belum diketahui apakah sudah masuk dalam DPT atau belum, makanya kami sudah kontak KPUD agar tanggal 4 April mereka menyetop penerbitan suket,” terang Syarif.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.