Selasa, 29 September 2020

Atap Sulawesi Kami Datang: Rante Mario 3.478 mdpl (Bagian 2)

Atap Sulawesi Kami Datang: Rante Mario 3.478 mdpl (Bagian 2)

Foto: Trek awal berjalan menyusuri kebun-kebun kopi dan cengkeh milik para penduduk, dengan medan berbukit-bukit, di lembah sebelah kiri tampak sungai Karangan mengalir deras. (Nael/swamedium)

Enrekang, Swamedium.com — Track awal berjalan menyusuri kebun-kebun kopi dan cengkeh milik para penduduk, dengan medan berbukit-bukit, di lembah sebelah kiri tampak sungai Karangan mengalir deras, setelah melewati dua aliran air, kami dihadapkan pada sebuah bukit dengan medan cukup terjal, panas semakin terik membakar kulit, keringat mengalir deras dengan beban di pundak menapaki bukit terbuka, napas mulai tersengal karena debu-debu yang naik berterbangan.

Sebelumnya: Atap Sulawesi Kami Datang: Rante Mario 3.478 mdpl (Bagian 1)

Hari ke 2
Pukul 10.00 WITA, kami pun tiba di Pos 1, lahan sempit yang terbuka di ketinggian 1.800 mdpl, tak ada tempat berteduh dari sengatan matahari. Segara flysheet kami gelar untuk tempat berteduh, teh manis hangat dan biskuit menjadi teman yang asyik untuk sedikit melepas lelah dan mengembalikan stamina.

“Ayo, bang Cuy, mainkan….” ucap om Jhon membuka perjalanan menuju Pos 2. Carrier sudah di pundak, masih jelas terlihat tanjakan di depan sebelum akhirnya memasuki hutan.

Setelah memasuki hutan, sengatan matahari sudah tak terasa, pohon-pohon tinggi membuat adem dan sejuk, tracknya pun cenderung landai. “Banyak “bonus”, nih, Abang-Abang….” teriak salah seorang anggota tim wanita dengan muka berseri-seri.

Selepas jalur landai, kami pun disuguhkan track menurun, tak jarang harus merambat di akar-akar pohon di igir-igir punggungan, licin sedikit berair. Suara aliran sungai yang membentuk air terjun kecil semakin jelas terdengar, menambah semangat kami untuk mempercepat langkah. Pos 2, ya Pos 2, sudah terlihat di bawah sana. Pos yang berada di pinggir sungai jernih, terdapat cerukan batu besar mirip gua.

Pukul 12.00 WITA, semua anggota tim sudah tiba di Pos 2, makan siang pun digelar di sebuah batu besar datar di pinggir sungai berair jernih.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.