Jumat, 25 September 2020

Habib Rizieq: Islam Tidak Bisa Dijauhkan Dengan Politik

Habib Rizieq: Islam Tidak Bisa Dijauhkan Dengan Politik

Foto: Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Tabligh Akbar Politik Islam (TAPI) ke-8 dilaksanakan di Masjid Abu Bakar As Shiddiq, Pasar Rebo Jakarta Timur, Sabtu (25/3) pagi yang diawali sholat subuh berjamaah.

Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Habib Rizieq Shihab yang hadir pagi itu menyoroti sebuah pendapat yang mengatakan bahwa agama Islam harus dipisahkan dengan dunia politik.

“Politik merupakan bagian dari ajaran agama Islam, sehingga apabila ulama menyampaikan khotbah politik bukan berarti telah terjadi politisasi Masjid, melainkan mengajarkan sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW kepada umatnya,” jelas beliau.

Habib Rizieq melanjutkan tausyiahnya dengan menyatakan bahwa ajaran yang mengatakan agama Islam dan politik harus dipisahkan adalah ajaran sekuler.

“Banyak propaganda yang telah beredar di kalangan masyarakat nasional, bahkan internasional yang menyatakan Islam dan Politik tidak boleh disatukan karena berbeda lahan yakni urusan akhirat dan duniawi. Ajaran yang menyatakan pernyataan tersebut adalah ajaran sekuler. MUI telah mengeluarkan Fatwa bahwa ajaran sekuler adalah ajaran sesat,” tegas Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

Selain dihadiri Habib Rizieg TAPI ke-8 juga dihadiri beberapa tokoh nasional, diantaranya Ketua Pengurus Pusat Husnayain KH. Ahmad Cholil Ridwan, Suriyah PBNU DKI Jakarta KH Mahfuzs Asirrun dan Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.