Minggu, 13 September 2020

Ketua Alumni ITB Peduli Demokrasi: Kecurangan Pilkada DKI Sudah Tampak Nyata

Ketua Alumni ITB Peduli Demokrasi: Kecurangan Pilkada DKI Sudah Tampak Nyata

Foto: Ketua Alumni ITB Angkatan 86 Peduli Demokrasi Akhmad Syarbini. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Daftar pemilih memiliki peranan sentral pada Pilkada DKI 2017. Sebab, hal tersebut sebagai parameter untuk mengukur legitimasi calon terpilih atau seberapa jauh pesta demokrasi lokal di Jakarta berjalan jujur, adil dan tanpa kecurangan.

Ketua Komunitas Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) Angkatan 1986 Peduli Demokrasi Akhmad Syarbini menyatakan, Kontestasi Pilkada DKI 2017 merupakan barometer Pilkada serentak tahun ini. Karena itu, harus berjalan transparan, jujur, adil dan menjaga hak demokrasi warga ibu kota.

Abi, panggilan akrabnya, mengungkapkan, salah satu masalah krusial pada pemilu adalah daftar pemilih. Sebab, dari situ dapat dinilai apakah putaran kedua Pilkada DKI berjalan baik.

“Nah, kami menemukan 12 kategori Daftar Pemilih Sementara (DPS) invalid yang telah ditetapkan,” kata Abi di Jakarta Sabtu (25/3).

Dia menjelaskan, DPS invalid itu berasal dari data kependudukan yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan (Disdukcapil) DKI cukup sengkarut. Misalnya, di Jakarta Utara terdapat 19.860 data invalid tersebar di Kecamatan dan Kelurahan di wilayah pesisir ibu kota.

Kemudian, di Kepulauan Seribu ada 218 data invalid. Karena itu, Abi menyarankan, KPU dan Bawaslu DKI bersama perangkatnya wajib melakukan verifikasi faktual.

“Jaga hak demokrasi warga dan jangan sampai ada tangan-tangan kotor atau bukan warga Jakarta ikut memilih,” tegasnya.

Alumini ITB di Jakarta, dia menambahkan, akan turun ke lapangan ikut mengawasi jalannya pencoblosan 19 April 2017. Hal tersebut, dilakukan untuk mengawasi jangan sampai kecurangan terjadi.

“Kecurangan sudah tampak nyata. Makanya, harus diawasi. Kami, akan kawal sampai ada pemenang,” ucap Abi. (*/ls)

Related posts

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.