Selasa, 29 September 2020

Pengamat Sebut Pemprov DKI Lebih Peduli Reklamasi Daripada Hutan

Pengamat Sebut Pemprov DKI Lebih Peduli Reklamasi Daripada Hutan

Proyek reklamasi Teluk Jakarta. (foto: inilah.com)

Jakarta, Swamedium.com– Hutan merupakan salah satu elemen penting dalam mengurangi polusi udara khususnya di daerah perkotaan. Jakarta sebagai ibu kota dan pusat ekonomi, telah menjadi kota dengan konsentrasi polusi udara terbesar di Indonesia bahkan dunia, disebabkan mobilitas warganya yang tinggi.

Ketua Network for South East Asian Studies (NSEAS), Muchtar Effendy Harahap menilai realitas obyektif yang ada menunjukkan Jakarta kekurangan hutan sebagai paru-paru kota. Terlebih lagi menurutnya hutan yang ada saat ini, kurang mendapat perhatian khusus dari Pemprov DKI.

“Hutan kota terlihat tak diurus dan terlantar. Acapkali ditemukan sampah plastik, kertas pembungkus makanan, dan puntung rokok acap kali ditemukan di dalam hutan kota di DKI,” jelasnya seperti dikutip majalaayah.com, Kamis (23/5).

Ia pun lalu menekankan bahwa Jakarta perlu menegakkan pohon serta kawasan serapan air yang banyak dan luas, demi mengimbangi produksi berbagai macam polusi di Jakarta.

“Pemprov DKI harus melakukan kontrol dan memastikan hutan kota berfungsi sebagaimana mestinya. Hal itu perlu dilakukan demi kelangsungan hidup warga Jakarta. Tidak boleh lagi Pemprov DKI membiarkan kondisi hutan kota tak diurus dan terlantar,” tegas Muchtar.

Pemprov DKI dinilai Muchtar telah mengorbankan kawasan hutan mangrove. Salah satu contohnya yakni kawasan mangrove di wilayah Ancol hingga Bandara Soekarno Hatta. Kini, menurutnya DKI hanya memiliki hutan mangrove 376,02 Ha, yang pada umumnya berada di kawasan hutan lindung dan Taman Nasional Kepulauan Seribu.

“Kondisi kinerja Pemprov DKI, termasuk era Gubernur Ahok, masih tergolong buruk. Gubernur Ahok juga tak mampu dan berhasil dari sisi penyerapan anggaran sekalipun masalah kehutanan ini tergolong sangat ringan.”

Lebih lanjut, Muchtar bahkan mengatakan bahwa Pemprov DKI memang tidak peduli terkait masalah kehutanan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.