Jumat, 03 Desember 2021

Indonesia Raih 3 Medali dalam ISIF 2017

Indonesia Raih 3 Medali dalam ISIF 2017

Daffa dan Primus, siswa SMA Semesta Boarding School, meraih medali emas dalam İstanbul International Inventions Fair (İsif) 2017.

Jakarta, Swamedium.com — Tim Indonesia meraih 3 medali dalam İstanbul International Inventions Festival (Isif) 2017 yang berlangsung di WOW Convention Center, İstanbul, Turki, pada 2–4 Maret 2017.

Banner Iklan Swamedium

Asosiasi inventor, inovator, dan periset Indonesia (Indonesian Innovation and Invention Promotion Association, Innopa) mengutus tiga tim untuk berkompetisi dalam Isif 2017 setelah mengikuti Isif pertama pada tahun lalu.

3 tim Innopa berhasil mendapatkan 3 medali, masing-masing membawa pulang satu medali emas, medali perak, dan medali perunggu.

Asosiasi invensi dan inventor Anatolia (Anadolu Buluşlar ve Buluşçular Derneği, Abder) dan Turkish Patent and Trademark Office (Türk Patent ve Marka Kurumu) menyelenggarakan Isif 2017 dengan dukungan Kementerian Ilmu Pengetahuan, Industri, dan Teknologi (Bilim, Sanayı, ve Teknoloji Bakanlığı) Turki, European Patent Office, International Federation of Inventor’s Associations (IFIA), dan World Intellectual Property Organization (WIPO).

Negara-negara yang berpartisipasi adalah Turki, Tiongkok, Iran, Irak, Singapura, India, Portugal, Jerman, Bosnia Herzegovina, Libanon, Moldova, Indonesia, Rumania, Arab Saudi, Tunis, Malaysia, Kanada, Mesir, Amerika Serikat, Polandia, Thailand, Libya, Qatar, Georgia, Inggris, Israel, Jepang, dan Spanyol. Bahkan, ratusan karya ilmiah dari siswa, mahasiswa, hingga profesional dilombakan.

3 tim Innopa berasal dari dua instansi, yakni SMA Semesta Boarding School Semarang dan Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Daffa Afiz Habibbillah dan Primus M. Ihza Kusuma mewakili Semesta. Mohamad Rahman Suhendri, Muhammad Alfan Auliya, Sandy Viranda, Finanda Nisa Amani, Siska Marina, dan Diva Avissa mewakili UII.

Setelah melalui tahap pameran karya ilmiah dan penjurian, ketiga tim tersebut berhasil memperoleh 3 medali.

Finanda, Siska, dan Diva (UII) membawa pulang medali perunggu atas temuan green tissue (GreenTi) mereka.

M. Rahman, Alfan, dan Sandy (UII) mendapatkan medali perak atas temuan aplikasi mereka, Togather (greet, ask, tell, help, explain, and return) as an online interactive counseling application for students.

Daffa dan Primus (Semesta) meraih medali emas atas temuan mereka: organic waste liquid supplement (OWLS) and Hyacinth plant for making livestock feed fermentation.

Primus dan Daffa bersama teman-teman dan guru-guru di Bandara Achmad Yani Semarang.

Selasa (7/3), teman-teman dan guru-guru menyambut Daffa dan Primus di Bandar Udara Internasional Achmad Yani Semarang.

Suasana bangga dan sukacita melingkupi mereka semua.

Padahal, sekolah mereka merupakan salah satu sekolah di Indonesia yang rezim Turki ingin tutup, tetapi pemerintah Indonesia menolaknya.

Rezim Erdoğan dan AKP tidak mampu membuktikan keterlibatan lembaga-lembaga pendidikan Turki di Indonesia dengan berbagai tuduhan kejahatan politik di Turki.

Sekolah-sekolah itu seperti sekolah internasional yang lainnya, hanya mendidik siswa, menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar, bahkan mencetak siswa-siswa berprestasi. (ais)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita