Minggu, 07 Juni 2020

Polri Mengaku Sulit Tindak Penyebar Hate Speech di Facebook

Polri Mengaku Sulit Tindak Penyebar Hate Speech di Facebook

Jakarta, Swamedium.com— Direktorat Siber Bareskrim Polri mengaku kesulitan menindak pelaku penyebar hate speech atau penyebar ujaran kebencian di Facebook. Alasannya karena perbedaan regulasi antara pemilik FB yang berkantor pusat di California Amerika Serikat dengan di Indonesia.

“Perbedaan regulasi jadi tantangan kami dengan pemilik FB di Amerika Serikat,” kata Kepala Subdit II Direktorat Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Himawan Bayu Aji di Jakarta, Minggu (26/3).

Himawan mengatakan polisi mendeteksi sejumlah pemilik akun Facebook yang membagikan ujaran kebencian. Namun pihaknya kesulitan meminta informasi mengenai pelaku ke Facebook.

“Mereka enggak akan berikan data karena di AS itu hate speech adalah hal biasa,” katanya seperti diberitakan antaranews.

Disebutkan, dalam menangani kasus terkait ujaran kebencian di Facebook, polisi hanya bisa meminta pelaku minta maaf, menghapus konten serta membina kesadaran mereka dalam menerapkan etika penggunaan teknologi informasi atau siber atau media sosial.

“Kalau dia men-share, belum jadi viral, kami lakukan restore justice, meminta dia lakukan permintaan maaf, hapus konten, lalu minta dia sosialisasikan ke komunitasnya,” ucapnya.

“Penegakkan hukum saja tidak efektif seratus persen. Kami tangkap satu, muncul tiga pelaku. Kami tangkap tiga, muncul sepuluh pelaku,” katanya.

Upaya pemulihan keadilan semacam itu, menurut dia, juga dilakukan karena jumlah personel kepolisian yang menangani tindak pidana itu masih terbatas. (*/d)

Foto: Polri mengaku sulit menindak pelaku penyebar ujaran kebencian di FB (IST)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.