Sabtu, 12 September 2020

Amien Rais: Politik Harus Dipisah dengan Agama, Tidak Paham Pancasila

Amien Rais: Politik Harus Dipisah dengan Agama, Tidak Paham Pancasila

Foto: Amien Rais berpendapat, yang mengatakan politik harus dipisah dengan agama adalah omongan orang yang tidak paham Pancasila. (ist)

Jakarta, Swamedium.com- Mantan Ketua MPR RI, Prof Dr M Amien Rais, memberikan kritik tegas kepada Presiden Joko Widodo yang mengatakan agar politik dan agama dipisahkan.

Hal itu disampaikan Amien Rais usai menjadi pembicara dalam Tabligh Akbar di PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat.

“Itu kata-kata seseorang yang tidak paham pancasila,” kata Amien Rais seperti dikutip panjimas.com, Minggu (26/3).

Amien Rais yang juga Guru Besar Politik Universitas Gajah Mada (UGM) itu menjelaskan, politik akan hilang nilai-nilai kebaikannya jika dipisahkan dari agama.

“Karena kalau politik dipisahkan dari agama, politik menjadi kering dari nilai-nilai kebaikan, akan jadi beringas, akan jadi eksploitatif,” tegasnya.

Oleh sebab itu, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah itu menilai pernyataan Presiden Jokowi harus diralat.

“Jadi kata-kata Pak Jokowi keliru besar!” tandasnya.

Sekadar diketahui, Presiden Joko Widodo sempat mengatakan dalam suatu kesempatan yang meminta semua pihak agar memisahkan persoalan politik dan agama. Menurut Presiden, pemisahan tersebut untuk menghindari gesekan antarumat.

“Memang gesekan kecil-kecil kita ini karena pilkada, karena pilgub, pilihan bupati, pilihan wali kota, inilah yang harus kita hindarkan,” kata Presiden saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (24/3), seperti dikutip Antara.

Karena rentan gesekan itulah, Presiden meminta tidak ada pihak yang mencampuradukkan politik dan agama.

“Dipisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik,” kata Jokowi.

Jokowi berpesan kepada masyarakat untuk menghindari konflik horisontal, seperti antarsuku atau antaragama. Keberagaman suku, agama, dan bahasa, kata Kepala Negara, justru harus jadi kekuatan NKRI. (*/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.