Senin, 01 Juni 2020

Atap Sulawesi Kami Datang: Rante Mario 3.478 mdpl (Bagian 3, Habis)

Atap Sulawesi Kami Datang: Rante Mario 3.478 mdpl (Bagian 3, Habis)

Enrekang, Swamedium.com — Matahari menampakkan sinarnya, suara burung di kejauhan mengiringi tim kami merapikan perlengkapan ke dalam carrier. Pukul 08.00 WITA, tim mulai bergerak meninggalkan Pos 5, jalur menanjak dengan pohon yang mulai pendek ramping diselimuti oleh lumut.

Sebelumnya:
Atap Sulawesi Kami Datang: Rante Mario 3.478 mdpl (Bagian 1)
Atap Sulawesi Kami Datang: Rante Mario 3.478 mdpl (Bagian 2)

Hari ke 4
Embun pagi yang tersisa cukup membuat basah jalur mendaki yang kami lewati menuju Pos 6. “Semangat, Ji, sebentar lagi kita sampai puncak….” ucap bang Mail menghibur. Jalur yang kami lewati masih didominasi oleh pohon ramping berselimut lumut, menanjak sesekali datar.

Pukul 09.00 WITA, kami sampai di Pos 6, satu jam sudah kami berjalan tanpa henti. Pos 6 berada di ketinggian 2.690 mdpl, area sedikit datar cukup untuk membuat 2 tenda. Setelah istirahat sebentar, kami pun melanjutkan pergerakan.

Pohon semakin kerdil, langit semakin terlihat, tanjakan demi tanjakan habis kami “lalap”, puncak-puncak Pegunungan Latimojong menyembul berselimut kabut tipis. Berjalan di igir-igir punggungan, di kiri dan kanan awan bergerombol hilir-mudik, “negeri di atas awan”.
Matahari yang bersinar terik perlahan digantikan oleh gumpalan kabut, semua tampak putih, track masih sama menanjak, jarak pandang kurang dari tiga meter.

Seorang anggota tim wanita tampak kelelahan, duduk sekenanya di lahan yang agak datar. “Keram, Bang, kaki sama tangan yang kiri….” ucapnya, carrier pun segera dilepas, istirahat sebentar dengan meluruskan kaki lebih tinggi dari jantung adalah pengobatan pertama yang baik, tablet garam pun segera dimakan, peredaran darah yang tertahan kembali lancar.

Pukul 11.00 WITA, area Pos 7 mulai terlihat, tampak beberapa tenda pendaki lain sudah berdiri, berjajar rapi. Tiga puluh menit kemudian, kami pun tiba di Pos 7. Pos yang berada di ketinggian 3.100 mdpl ini merupakan area yang cukup terbuka, dan dapat dengan mudah dihantam oleh angin dingin yang membawa butiran-butiran air dari kabut, terdapat sumber mata air di pos ini.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.