Rabu, 23 September 2020

Cegah Investasi Bodong, OJK Tutup Enam Perusahaan

Cegah Investasi Bodong, OJK Tutup Enam Perusahaan

Foto. Masyarakat perlu berhati-hati dalam berinvestasi agar terhindar dari penipuan. (*)

Jakarta, Swamedium.com – Beragam penipuan dengan kedok investasi telah meresahkan masyarakat, sehingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menutup enam perusahaan yang kegiatan bisnisnya melakukan penghimpunan dana masyarakat secara illegal. Hingga Maret 2017, total ada 19 perusahaan sudah ditutup atau dilarang beraktivitas oleh OJK.

Keenam perusahaan yang baru-baru ini ditutup adalah Starfive2u.com, PT Alkifal Property, Groupmatic170, EA Veow, FX Magnet Profit; dan Koperasi Serba Usaha Agro Cassava Nusantara di Cicurug, Sukabumi (Agro Investy).

Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi (Satgas Waspada Investasi) kembali menghentikan enam kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau kegiatan usaha yang tidak memiliki izin dari otoritas manapun. Dengan demikian, selama tahun 2017, sebanyak 19 perusahaan telah dihentikan kegiatan penghimpunan dananya oleh satgas.

Direktur Kebijakan dan Dukungan Penyidikan OJK dan Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing menjelaskan, keenam entitas atau perusahaan tersebut melakukan kegiatan penghimpunan dana atau kegiatan usaha yang berpotensi merugikan masyarakat dan diduga melanggar ketentuan yang berlaku.

“OJK dan Satgas Waspada Investasi akan terus mengejar dan menutup kegiatan investasi ilegal ini. Selama 2017 sudah 19 perusahaan yang kita temukan dan kita tutup,” kata Tongam dalam siaran resmi OJK.

Satgas Waspada Investasi telah menutup 6 entitas pada Januari,  7 entitas pada Februari, dan 6 entitas pada Maret ini disebabkan perusahaan tersebut berpotensi merugikan dan melanggar ketentuan. Sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat, Satgas Waspada Investasi menyatakan entitas tersebut harus segera menghentikan kegiatan usahanya sampai dengan memperoleh izin dari otoritas yang berwenang.

Menurut Tongam, kegiatan yang telah dilakukan oleh enam perusahaan tersebut selama ini sudah menjadi perhatian dan pemantauan oleh Satgas Waspada Investasi berdasarkan informasi di berbagai media sosial baik cetak maupun elektronik. Berdasarkan data, pembahasan, dan kajian yang telah dilakukan oleh Satgas Waspada Investasi, terdapat ketidakjelasan dari legalitas, kegiatan usaha, dan domisili usaha yang telah dilakukan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.