Minggu, 27 September 2020

Media Sosial Harusnya Jadi Wadah Pendidikan Politik Bukan Wadah Hoax

Media Sosial Harusnya Jadi Wadah Pendidikan Politik Bukan Wadah Hoax

Jakarta, Swamedium.com— Posko Pemenangan Anies-Sandi di jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat mengadakan Diskusi publik bertajuk “Stop Sebarin Hoax” pada Senin (27/3).

Pengamat media sosial Edriana Noerdin mengatakan media sosial seharusnya bisa menjadi wadah pendidikan politik bagi warga DKI Jakarta saat Pilkada berlangsung.

“Media sosial seharusnya bisa dijadikan wadah bagi warga Jakarta untuk mendapat pendidikan politik dan bisa dijadikan forum dialog antara warga dan paslon. Sampaikan semua program-program dan terobosan-terobosan melalui media sosial,” ujarnya saat diskusi berlangsung.

“Baik paslon incumbent harusnya fokus sosialisasi program-program yang belum dikerjakan, dan bagi paslon lainnya fokus pada mengusung perubahan dan perbaikan agar Jakarta semakin maju,” imbuhnya.

Sementara ketua tim kampanye media sosial Anies-Sandi, Razi Thalib mengatakan bahwa kabar hoax sengaja disebarkan agar menjadi viral.

“Kalau kita lihat di media sosial terkait isu-isu yang ditujukan untuk menyerang paslon Anies Sandi banyak sekali. Apalagi komentar pedas yang sering kali di ulang-ulang yang tujuannya agar isu tersebut semakin viral,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, koordinator relawan Anies-Sandi, Evan menuturkan bahwa paslon Anies-Sandi dan tim nya agar tetap fokus kepada sosialisasi sementara dirinya dan tim yang menangani serangan fitnah dan hoax.

“Biarkan Pak Anies dan Mas Sandi fokus, kita yang akan menanggapi dengan serius dan akan kami tindak lanjuti, kemana pun mereka lari (si pembuat dan penyebar hoax) akan terus kami kejar dan akan kami serahkan ke ranah hukum,” pungkasnya. (jok/ls)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.