Minggu, 07 Juni 2020

MUI Minta Pemkot Bekasi dan Gereja Santa Clara Patuhi Status Quo

MUI Minta Pemkot Bekasi dan Gereja Santa Clara Patuhi Status Quo

Foto: Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI Pusat. (ist) Dr. Nadjamuddin Ramli

Jakarta, Swamedium.com– Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesi (MUI) Pusat Dr Nadjamuddin Ramli , menilai ada pelanggaran prosedur perizinan dalam pendirian Gereja Santa Clara (GSC) di Bekasi Utara, Jawa Barat.

Hal itu disampaikan Nadjamuddin Ramli, usai mendengarkan laporan dari para tokoh dan ulama Bekasi, di kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

“Kami menerima, melihat data-data dan laporan bahwa di RW 06 dijadikan alat penopang untuk melegalkan perizinan yang diurus oleh pihak GSC dalam surat persetujuan pendirian rumah ibadah,” kata Nadjamuddin, Sabtu (25/3).

Selain RW 06 bukan wilayah lokasi dibangunnya GSC, masyarakat di RW 06 yang menandatangani merasa ditipu dan menarik dukungan persetujuan atas izin pendirian gereja. Lokasi pembangunan GSC sendiri berada di wilayah RW 11.

“Kami dari pihak MUI serta tokoh, ulama dan masyarakat Bekasi mengimbau kepada Walikota Bekasi untuk mematuhi proses hukum. Karena kami percaya, Pak Walikota adalah orang yang mengerti hukum dan mematuhi proses hukum. Apalagi ini dalam proses status quo, di mana dalam keputusan yang dikeluarkan oleh Sekda Kota Bekasi pada bulan November 2016 proses pembangunan harus dihentikan dan tidak boleh dilanjutkan lagi,” jelasnya di hadapan para tokoh masyarakat Bekasi seperti dikutip panjimas.

Adapun terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan beberapa waktu lalu, MUI menilai itu adalah sikap masyarakat Bekasi untuk menyampaikan pendapatnya dalam rangka meminta penegakan hukum.

Pihaknya juga menyayangkan bahwa pada proses penyampaian pendapat yang berjalan dengan damai dan tertib harus diwarnai oleh tindakan represif oleh aparat keamanan.

“Polisi harusnya bertahan dan tidak sembarangan menembakkan gas air mata kepada para peserta unjuk rasa sehingga berjatuhan korban dari pihak masyarakat,” pungkas Najamudin. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.