Kamis, 24 September 2020

Akmal Sjafril : Kebebasan Menista Justru Menistakan Kebebasan itu Sendiri

Akmal Sjafril : Kebebasan Menista Justru Menistakan Kebebasan itu Sendiri

Foto: Penulis Akmal Sjafril saat memberikan tausiyah pada Kajian "IndonesiaTanpaJIL" wilayah Bogor. (itjbogor)

Bogor, Swamedium.com— Komunitas “Indonesia Tanpa JIL (Jaringan Islam Liberal)” wilayah Bogor mengadakan Kajian Kekinian bertempat di Masjid Alumni IPB, Bogor, Jabar, Minggu (16/3).

Materi yang disampaikan oleh pembina Sekolah Pemikiran Islam, Akmal Sjafril mengangkat tema “Kebebasan Menista, Menista Kebebasan”.

Tema kajian kali ini berangkat dari fenomena yang berkembang mengenai kebebasan berpendapat yang semakin didukung oleh kemajuan teknologi informasi. Hal tersebut seringkali dilayangkan oleh tokoh-tokoh negarawan melalui berbagai media baik media massa maupun media sosial.

Ustadz yang juga aktif menulis buku dan artikel di berbagai media itu menjelaskan dalam ceramahnya bahwa konsep kebebasan yang selama ini dikenal dengan istilah liberalisme justru pertama kali diusung oleh negara-negara barat. Namun pada kenyataannya justru kebebasan tersebut memunculkan pertanyaan filosofis bagi barat sendiri.

“Kebebasan menjadi pertanyaan filosofis berat bagi barat. Sampai mana batas kebebasan tersebut?” kata Akmal.

Kebebasan yang tanpa batas justru menjadi pemicu kekacauan, sebab ditimbulkan dari tatanan yang tidak disertai dengan aturan.

“Justru tidak adanya aturan, menjadi merendahkan dirinya sendiri,” lanjut Akmal.

Sebetulnya konsep kebebasan itu tidak pernah ada bahkan di negara paling liberal sekalipun. Amerika Serikat, sebagai negara yang mengklaim dirinya liberal pun tetap mengedepankan aturan dalam kehidupan bernegara. Namun, sebagian rakyat Indonesia justru melihat liberalisme sebagai bentuk modernitas, akibatnya terjadi kebebasan tanpa batas yang berujung pada hilangnya adab.

“Kebebasan ini simbol kebesaran atau malah merusak martabat? Di Indonesia terlalu banyak yang memaksakan kehendak, akhirnya kehilangan martabatnya. Manusia punya kebebasan tapi kalau tidak mengerti batasan maka jadi tidak beradab,” tukas Akmal.

Islam dan kebebasan tentu bukan dua hal yang berjauhan. Islam justru memberi kebebasan bukan hanya pada pemeluknya, tapi seluruh ummat manusia, buktinya Islam membebaskan manusia untuk beriman atau kafir. Tapi Islam memiliki batas kebebasan, sebab Islam mempunyai aturan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.