Sabtu, 26 September 2020

Haji Lulung Utamakan Kepentingan Umat Islam dalam Pilkada DKI

Haji Lulung Utamakan Kepentingan Umat Islam dalam Pilkada DKI

Jakarta, Swamedium.com — Abraham Lunggana alias Haji Lulung mengkritik sikap ketua umum PPP Romahurmuziy (Romi) yang akhirnya mendukung Paslon nomor dua di Pilkada Jakarta untuk putaran kedua.

Haji Lulung menyebut Romi seorang munafik sebab ia menyuruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jakarta untuk mendeklarasikan dukungan terhadap Paslon nomor dua.

“Kemarin Romy malu-malu kucing. Jadi, cabang-cabangnya yang disuruh deklarasi, tapi mukanya enggak keluar. Malu-malu DPP-nya, malu-malu, ‘kan, munafik. Kalau munafik, masuk golongan munafikin,” ujar Lulung seusai mendampingi Anies Baswedan berkampanye di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Selasa (28/3). 

Partai yang berlambangkan Ka’bah ini akhirnya memutuskan dukungan kepada Paslon dua, baik PPP kubu Djan Faridz maupun PPP kubu Romahurmuziy, sudah memilih kepentingan politik daripada kepentingan umat Islam.

Untuk itu, Haji Lulung meminta seluruh kader untuk mendengarkan suara umat dan tidak mengikuti keputusan beberapa orang yang kebetulan dipilih menjadi pengurus. Ia mengajak sejumlah kader dan pengurus PPP untuk menyelamatkan PPP agar tidak makin tersandera oleh kepentingan politik.

“PPP itu milik umat, kembali ke umat. Teman-teman yang lain di kepengurusan hanya penyelenggara, hanya diberikan amanah menjadi pengurus. Maka, ayo, kembali sadar, bangkit bahwa umat memerlukan kita,” tegasnya.

Lulung menyatakan optimismenya bahwa dukungan ke Paslon nomor dua hanya berlaku di tingkat kalangan atas. Sedangkan, kader yang berada di akar rumput akan memilih Anies-Sandi. “Kalau akar rumputnya, pasti ikut Haji Lulung,” katanya. 

Dirinya menegaskan, bahwa ia tidak akan memilih partai yang tersandera oleh syahwat Politik saja tanpa memikirkan kepentingan umat. Menurutnya, Djan Faridz dan Romahurmuziy telah tersandera oleh kepentingan politik tertentu.

“Saya tak bisa mengatakan kalau pimpinan saya ada tekanan, tapi yang jelas besok kita tidak lagi memilih pemimpin yang disandera,” tuturnya. (JM)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.