Kamis, 24 September 2020

Jelang Ramadhan, Pemerintah Siap Impor Daging Murah

Jelang Ramadhan, Pemerintah Siap Impor Daging Murah

Jakarta, Swamedium.com –Kementerian Pertanian akan mengimpor daging sapi dan kerbau sebanyak 50.000 ton dari beberapa negara yang menawarkan harga rendah untuk menjaga kestabilan pasokan selama Ramadan dan Idul Fitri. Namun, masyarakat mengingatkan agar pemerintah menjamin daging yang diimpor itu bersertifikasi halal dan sehat.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sepakat untuk mengimpor 50.000 ton daging sapi dan kerbau untuk menambah pasokan yang saat ini sebesar 40.000 ton. Dengan adanya impor tersebut, stok diperkirakan cukup untuk kebutuhan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

“Daging (sapi dan kerbau) ada stok 40.000 ton saat ini. Kita harap ke depan kita tambah lagi kurang lebih 50.000 ton ditambah dan ini lebih dari cukup untuk menghadapi bulan Ramadan,” kata Amran.

Menurut Amran, pihaknya dan menteri perdagangan telah sepakat untuk mengimpor daging dari beberapa negara, seperti Meksiko, Spanyol, Selandia Baru dan India dengan tujuan untuk menekan harga jual.

“Rencana yang kita sepakati tadi ada dari Meksiko, Spanyol, Selandia Baru dan India. Masing-masing berapa tergantung harga setempat. Tujuannya kita datangkan dari beberapa negara adalah untuk menekan harga. Agar konsumen menikmati harga yang murah,” tambah Amran.

Lebih lanjut Amran mengaku terkait perizinan impor daging sapi dan kerbau sudah sesuai dengan izin impor yang sudah dikeluarkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) tahun lalu.

“Dalam rangka hari besar puasa dan Lebaran kita lebih mengoptimalkan izin yang sudah keluar dan supaya segera direalisasikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Lembaga Advokasi Halal, Indonesia Halal Watch (IHW) selalu mengingatkan agar pemerintah memastikan daging impor itu memenuhi persyaratan halal, mengingat makanan halal sangat penting bagi Indonesia yang mayoritas muslim.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.