Monday, 26 August 2019

Kejaksaan Agung Tetapkan Dua Tersangka Kasus Pembobolan Bank Mandiri

Kejaksaan Agung Tetapkan Dua Tersangka Kasus Pembobolan Bank Mandiri

Jakarta, Swamedium.com — Kejaksaan Agung menyatakan negara mengalami kerugian akibat pemberian kredit dari Bank Mandiri kepada PT Central Steel Indonesia (CSI) mencapai Rp 350 miliar.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung M. Rum di Jakarta, Senin (27/3) malam, mengatakan dalam kasus ini pihaknya sudah menetapkan dua tersangka tindak pidana korupsi dalam pemberian kredit dari PT Bank Mandiri Tbk kepada PT Central Steel Indonesia.

Kedua tersangka yang telah ditetapkan, Yakni Mulyadi Supardi alias Hua Ping atau A Ping (MS alias HP) pekerjaan karyawan swasta dan Erika Widiyanti Liong (EWL), Direktur PT Central Steel Indonesia.

Penetapan tersangka terhadap MS berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor: Print-18/F.2/Fd.1/02/2017 tanggal 21 Februari 2017.

Lalu, tersangka EWL jabatan Direktur PT Central Steel Indonesia berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Nomor: Print-19 /F.2/Fd.1/02/2017 tanggal 21 Februari 2017.

Kasus tersebut bermula saat PT CSI mengajukan fasilitas pinjaman pada tahun 2011 kepada Bank Mandiri untuk pembangunan pabrik baja dan modal kerja dan dipenuhi nilainya sebesar Rp350 miliar.

Awal pembayaran kredit, menurut dia, berjalan lancar. Namun, di tengah perjalanan terjadi penggelapan aset perusahaan itu. Pembayaran kredit tidak berjalan normal kembali hingga mencapai angka Rp480 miliar terhitung per 22 Juli 2016. (JM)

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)