Jumat, 25 September 2020

KH. Said Aqil Siradj: Tidak Ada Agama dalam Politik dan Tidak Ada Politik dalam Agama

KH. Said Aqil Siradj: Tidak Ada Agama dalam Politik dan Tidak Ada Politik dalam Agama

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Umum pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Said Aqil Siradj mendukung pernyataan presiden Joko Widodo. Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan pernyataan bahwa politik harus dipisahkan dengan agama.

Hal itu Jokowi ungkapkan pada acara peresmian Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Jumat (24/3).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Ma’ruf Amin merespon pernyataan yang dilontarkan oleh Jokowi. Menurut Rais ‘Aam PBNU itu, agama dan politik tidak bisa dipisahkan, harus saling menopang agar kehidupan berbangsa menjadi kuat.

Sungguh mengejutkan, pendapat KH. Ma’ruf Amin tersebut berbeda dengan pendapat KH. Said Aqil Siradj yang sependapat dengan pandangan Jokowi bahwa politik harus dipisahkan dari agama.

“Itu pendapat saya. Tidak ada agama dalam politik, dan tidak ada politik dalam agama. Itu pendapat saya,” kata Said usai menghadiri acara pelantikan pengurus pusat dan peringatan hari lahir muslimat NU ke 71 di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (28/3).

Kiai yang terkenal kontroversial ini tetap konsisten terhadap pendapatnya.

Ia menolak politik dicampuradukkan dengan agama. Jika demikian yang terjadi, bisa memicu pertikaian menurutnya.

“Politik kalau dicampurkan dengan agama, akan galak, akan radikal, akan mudah meng(k)afirkan, dan akan mudah mengganggap oposan menjadi kafir,” pungkasnya. (JM)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.