Kamis, 24 September 2020

Petahana Sangat Gelisah Walau Bertarung di “Kandang Sendiri”?

Petahana Sangat Gelisah Walau Bertarung di “Kandang Sendiri”?

Foto: Edriana Noerdin, Research Director at Women Research Institute. (fb edriana)

Oleh: Edriana Noerdin

Jakarta, Swamedium.com- Seperti terlihat dalam foto di atas, kami pendukung Mas Anies Baswedan yang datang ke studio Metro TV tadi malam tidak lebih dari 10 orang, sesuai dengan permintaan penyelenggara.

Penyelenggara, yaitu Metro TV meminta pendukung masing-masing paslon hanya boleh 10 orang karena 400 orang audiens lainnya adalah mahasiswa. Alasannya, acara debat ini adalah perang gagasan bukan perang sorakan sehingga tidak boleh membawa supporter. Kami pun konsekuen hanya bawa 10 orang itu.

Tetapi faktanya lain. Begitu masuk ruangan kami melihat banyak sekali penonton dari kalangan tertentu yang terlihat dari penampilan dan raut wajah mereka. Hal ini kemudian terbukti begitu Petahana masuk ruangan, mereka semua bertepuk tangan dan bersorak sorai bak suporter sepakbola.

Namun begitu Mas Anies yg masuk ruangan, semua diam, bahkan ada yg bilang “huuuu”. Dan situasi ini terjadi terus menerus ketika debat sedang berlangsung. Setiap petahana bicara mereka berteriak dan bertepuk tangan sehingga Najwa harus berkali-kali mengingatkan penonton untuk tenang. Tapi begitu Anies yang bicara mulai terdengar “huuu” atau penonton pada diam dengan ‘geruntelan’ tidak suka. Aura tersebut sangat terasa bagi kami pendamping mas Anies yg menjadi minoritas di studio yang besar tersebut.

Namun dukungan massa itupun tidak mampu membuat petahana menjadi tenang. Petahana terlihat sangat tegang dan berusaha keras menahan diri. Beliau terlihat berkeringat atau mungkin memang dengan sengaja mencuci muka pada saat istirahat berusaha untuk menurunkan tensi bicaranya.

Salut saya kepada Mas Anies yang dengan sangat tenang, santai, penuh senyum dan terkesan tanpa beban sama sekali sejak memasuki ruangan “kandang lawan”, dan tetap fokus mengatakan bahwa kami ingin merangkul semua golongan dengan membangun manusianya bukan hanya fisiknya saja. Karena inilah beda utama antara Mas Anies yang ingin membangun warga Jakarta dengan petahana yang hanya fokus pada pembangunan fisik semata.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.