Selasa, 18 Mei 2021

AS Menahan dan Mendakwa Seorang Eksekutif Bank Rakyat Turki

AS Menahan dan Mendakwa Seorang Eksekutif Bank Rakyat Turki

Bagian atas kantor pusat Halkbank di Ankara. (ist.)

New York, Swamedium.com — Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah menahan seorang eksekutif Halkbank, sebuah bank milik negara Turki, pada Senin (27/3).

Banner Iklan Swamedium

Mehmet Hakan Atilla (MHA, 47), wakil direktur eksekutif Halkbank, ditahan atas dakwaan berkonspirasi dengan Reza Zarrab (RZ), pengusaha emas berwargakenegaraan Iran, Azərbaycan, dan Turki, dan pelanggaran-pelanggaran yang lain terkait sanksi AS terhadap negara syiah Iran.

Penahanan MHA itu mengembangkan kasus yang telah menuai kritik dari presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, yang mengatakan bahwa dirinya yakin pemerintah AS memiliki “maksud-maksud tersembunyi” dalam pemeriksaan RZ.

Jaksa-jaksa AS mendakwa RZ dan yang lainnya atas keterlibatannya dalam transaksi-transaksi perdagangan untuk pemerintah syiah Iran dan institusi-institusi sejak 2010 hingga 2015 dalam rangka menghindari sanksi AS terhadap negara syiah Iran.

Rudolph Giulani, mantan Wali Kota New York dan orang kepercayaan presiden Donald Trump, menjadi salah seorang tim kuasa hukum RZ yang baru.

Hubungan Turki dan AS telah memburuk saat era mantan presiden Barack Obama. Para pejabat Turki di Ankara berharap hubungan itu membaik bersama rezim Trump.

Belum ada informasi tentang penasihat hukum MHA. Bahkan, pejabat-pejabat Turki yang Reuters hubungi mengatakan mereka tidak tahu tentang penahanannya.

Menurut pengaduan pidana kepada pengadilan federal di New York yang dipublikasikan pada Selasa (28/3), MHA bekerja dengan RZ dan yang lain sejak 2010 hingga 2015 untuk merahasiakan ulah RZ yang menyediakan uang dan emas bagi rezim syiah Iran dan berbagai institusi di Iran melalui Halkbank tanpa membebankan bank itu dalam sanksi AS terhadap negara syiah Iran.

Sebagai bagian skema itu, MHA dan RZ memperdaya banyak bank AS untuk memproses transaksi-transaksi ilegal melalui penggunaan sejumlah front company dan invois-invois palsu.

Transaksi-transaksi disamarkan, muncul seolah-olah terkait makanan, bagian kemanusiaan, sehingga menjadi kekecualian untuk sanksi.

MHA didakwa atas konspirasi melakukan penipuan bank dengan hukuman maksimum 30 tahun penjara serta melanggar sanksi AS dengan hukuman maksimum 20 tahun.

Kasus terdakwa MHA disidangkan di pengadilan federal di Manhattan, New York, Selasa (28/3).

RZ telah ditahan sebelumnya pada 2013 dalam pemeriksaan korupsi bersama orang-orang yang berhubungan dekat dengan Erdoğan, yang saat itu masih menjabat sebagai perdana menteri Turki. (ais)

Sumber: Kantor-kantor berita

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita