Selasa, 29 September 2020

Ketua Apindo: Minimnya Jumlah Pengusaha Muslim Mengkhawatirkan

Ketua Apindo: Minimnya Jumlah Pengusaha Muslim Mengkhawatirkan

Jakarta, Swamedium.com – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani mengatakan minimnya jumlah pengusaha besar dari kalangan orang Islam mengkhawatirkan, mengingat muslim adalah mayoritas penduduk di Indonesia.

Dia mengatakan hal itu menanggapi hasil pemeringkatan Daftar Orang Terkaya di Indonesia dan Asia yang baru-baru ini dirilis oleh Majalah Globe Asia. Dari hasil pemeringkatan itu, jumlah pengusaha muslim hanya sedikit yang masuk dalam daftar tersebut.

Menurut Hariyadi, jumlah mayoritas muslim ini seharusnya diikuti dengan banyak bermunculannya pengusaha-pengusaha yang mampu berperan dalam perekonomian negara.

“‎Kita harus sadar, ini menjadi cambuk bagi kita, kenapa hanya 24 saja (yang masuk daftar). Ini kan (Indonesia) penduduk muslim besar, tapi yang meningkatkan ekonomi justu pihak lain,” kata Hariyadi ditemui di acara Rakernas Hipmi.

‎Hariyadi menilai, masyarakat muslim saat ini tidak fokus dalam membangun sebuah usaha. Berbeda dengan masyarakat non-muslim yang sangat terpacu dalam mengembangkan usahanya Selain itu, kompetensi para pelaku usaha dari kalangan muslim pun ‎ masih minim. Mereka belum piawai ketika harus mengelola sebuah usaha. Kurang fokus dengan usaha sendiri, ditambah dengan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki kurang mumpuni membuat usaha tersebut jalan di tempat, dan sulit berkembang.

Terbuka Lebar

CEO dan Founder Salam Rancage Agus Gusnul Yakin menilai, kesempatan pengusaha muslim untuk bisa masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia terbuka lebar. Hanya saja, kata dia, kebanyakan pengusaha muslim tidak memiliki pola pikir untuk menjadi kaya.

”Jadi lebih banyak tidak mempunyai maindset jadi orang kaya. Jadi salah memaknai kekayaan, Rasulullah sendiri saja kaya,” kata Agus, saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (28/3).

Menurut dia, masalah lain yang dihadapi adalah budaya kerja yang belum mencerminkan kebiasaan untuk menjadi kaya. Bukan hanya itu, ikatan pengusaha Muslim juga belum sekuat pengusaha dari golongan yang lain. ”Walaupun inisiasi ke sana sudah jalan. Ikatannya masih belum sekuat yang seharusnya,” jelasnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.