Kamis, 24 September 2020

Peserta SPI Bersiap untuk Perang Pemikiran

Peserta SPI Bersiap untuk Perang Pemikiran

Foto: Dalam perang pemikiran, menurut Akmal, orang belum tentu merasakan keadaan perang karena yang diserang bukan fisik. Meski demikian, umat Muslim dituntut untuk peka akan keadaannya dan selalu siap. (spi)

Jakarta, Swamedium.com- Ghazwul fikri atau perang pemikiran mungkin masih asing bagi sebagian orang. Pada Rabu, 18 Maret 2017, tema inilah yang diangkat sebagai materi perkuliahan kedua Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta di Aula INSISTS, Kalibata, Jakarta Selatan.

Akmal Sjafril, pendiri SPI yang sudah lama bergelut dalam bidang pemikiran Islam, kembali hadir sebagai pemateri.

Dalam perang pemikiran, menurut Akmal, orang belum tentu merasakan keadaan perang karena yang diserang bukan fisik. Meski demikian, umat Muslim dituntut untuk peka akan keadaannya dan selalu siap.

“Setidaknya diperlukan kesadaran bahwa kita saat ini sedang dalam kondisi perang. Dalam perang, tidak ada pertanyaan apakah kita mau ikut terlibat atau tidak. Perang memaksa kita untuk ikut serta, siap atau tidak,” tutur Akmal.

Dalam ghazwul fikri, pemikiran yang nyeleneh seringkali dirangkai dengan kata-kata yang ilmiah dan kelihatan logis sehingga membuat kagum orang awam yang membacanya. Karena itu, kita dituntut untuk selalu berpikir kritis.

Banyak sekali pihak yang berkepentingan dalam menghancurkan pemikiran umat islam. Musuh akan berusaha dengan segala cara agar kita mengikuti pemikiran mereka.

“Tidak ada jalan lain, kita harus lebih pintar dari mereka. Maka dari itu diperlukan ilmu yang mumpuni untuk melawan mereka,” papar Akmal.

Pada sesi tanya jawab, Ummu Rahmah, salah seorang peserta SPI, menyampaikan ‘curhatan’ mengenai fenomena Ghazwul Fikri ini.

“Saya merasakan sekali fenomena ghazwul fikri dalam mendidik anak-anak saya. Di lingkungan sekolah sekalipun, ghazwul fikri ini justru berkembang dan bahkan membuat saya sebagai seorang ibu harus benar-benar menjaga anak saya dari permasalahan-permasalahan tersebut,” ungkapnya. (Nadia Riantini/jurnalis warga)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.