Rabu, 30 September 2020

Politik Memanas, Pedagang Rujak Pikirkan Harga Cabai

Politik Memanas, Pedagang Rujak Pikirkan Harga Cabai

Foto: pedagang rujak keluhkan harga cabai yang tinggi. (Dipo/swamedium)

Jakarta, Swamedium.com- Suhu politik di DKI Jakarta yang cenderung memanas selama Pilkada ini tidak bisa dipahami oleh rakyat kecil yang sehari-harinya disibukkan oleh aktifitas mencari nafkah untuk keluarga. Rakyat kecil ini tidak peduli dengan politik, yang diharapkan hanya mendapatkan pemimpin yang mengayomi  orang kecil seperti dirinya.

Nasori (40) yang berprofesi sebagai pedagang rujak ini mengaku bingung kalau ditanya soal politik atau Pilkada di DKI Jakarta yang sedang ramai saat ini.

“Harga cabe masih 140 ribu mas. Pusing saya,” ujarnya  saat ditemui swamedium.com, Rabu (29/3) di kawasan Semper Barat, Cilincing Jakarta Utara.

“Jangan tanya politik kevsaya mas. Saya mah.. ga ngerti . Kalau nanya harga cabe dan buah saya tahu. Orang kecil kayak saya yang penting anak istri bisa makan, anak bisa sekolah sudah bersyukur banget,” tambahnya.

Nasori hanya berharap mendapatkan pemimpin yang bisa mengayomi rakyatnya, tidak menyuruh Satpol PP mengejar-ngejar pedagang kaki lima seperti dirinya yang sedang jualan.

“Bener, saya jualan cuma buat nafkahin keluarga. Jadi tolong kepada pemimpin Jakarta, jangan uber uber kami, yang lagi mencari makan,” katanya.

Selain itu, Nasori juga berharap pemimpin yang bisa menstabilkan harga-harga pangan, salah satunya cabai. Harga cabai ini, menurut dia, sudah keterlaluan lama naiknya dan membuat pedagang rujak seperti dia pusing.

“Sudah lama banget naiknya. Kalau jual rujak seperti saya ini, kan orang senengnya pedes. Saya jual  15 ribu satu porsi karena harga cabenya mahal. Belum harga lainnya, seperti buah dan gula merah,” terangnya. (dip)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.