Jumat, 25 September 2020

Setelah 7 April, “Money Changer” Ilegal Bakal Ditutup

Setelah 7 April, “Money Changer” Ilegal Bakal Ditutup

Jakarta, Swamedium.com- Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa 7 April 2017 merupakan batas akhir operasi bagi Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) Bukan Bank atau money changer yang tidak memiliki izin operasi dan belum mengajukan izin ke BI.

Kepala Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI Eni V Panggabean di Semarang, Jawa Tengah, Rabu, mengatakan peringatan dari bank sentral tersebut telah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.18/20/PBI/2016 perihal Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA BB).

“Apabila masih terdapat KUPVA BB yang tidak berizin hingga 7 April 2017, Bank Indonesia akan merekomendasikan penghentian kegiatan usaha atau pencabutan izin usaha,” ujar Eni saat paparan ke awak media di Kantor Polda Jawa Tengah, Semarang, Rabu (29/3).

Eni menuturkan BI juga terus mendukung dan bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Narkotika Nasional (BNN) serta instansi terkait lain dalam operasi penertiban apabila terdapat indikasi pelanggaran seperti kejahatan pencucian uang, pendanaan narkoba dan terorisme.

Kegiatan KUPVA BB merupakan usaha yang meliputi penukaran yang dilakukan dengan mekanisme jual dan beli uang kertas asing (UKA) serta pembelian cek pelawat.  KUPVA BB merupakan tempat alternatif selain bank untuk menukarkan valuta asing. Peraturan perizinan bagi KUPVA BB ditetapkan agar pengawasan oleh BI dapat dilakukan secara lebih efektif, untuk pengembangan industri yang sehat dan efisien.

Sejak terbitnya PBI mengenai KUPVA BB, BI melakukan berbagai sosialisasi serta memberi imbauan kepada pelaku usaha untuk mengajukan izin ke BI.  Lebih jauh lagi, BI juga memerintahkan penyelenggara KUPVA BB yang telah berizin untuk menghentikan kerja sama dan transaksi dengan pelaku yang tidak berizin dan memberikan sanksi tegas kepada pihak yang melanggar ketentuan dimaksud.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.