Jumat, 18 September 2020

Aziz Dituding Ancam Miryam, Fakta Hukum Harus Dibuktikan

Aziz Dituding Ancam Miryam, Fakta Hukum Harus Dibuktikan

Foto: Aziz Syamsudin, anggota Fraksi Golkar yang juga anggota Badan Anggaran DPR RI. (ist)

Jakarta, Swamedium.com- Muncul babak baru dalam persidangan kasus korupsi e-KTP dengan timbulnya dugaan bagi-bagi fee proyek pengadaan e-KTP yang telah mengakibatkan negara mengalami kerugian Rp 2.3 triliun.

Di dalam persidangan Tipikor hari ini, Penyidik senior KPK Novel Baswedan, dihadirkan sebagai saksi untuk mengungkapkan keterangan saksi Miryam S Haryani yang mengaku mendapat ancaman dari sejumlah koleganya di DPR agar tidak mengakui perbuatan menerima uang fee.

Novel mengungkapkan ketika Miryam diperiksa di KPK, Miryam mengaku diancam Bambang Soesatyo (anggota Fraksi Golkar), Aziz Syamsuddin (anggota Fraksi Golkar), Desmond J. Mahesa (anggota Fraksi Gerindra), Masinton Pasaribu (anggota Fraksi PDIP), dan Syarifudin Sudding (anggota Fraksi Hanura).

Keterangan itu berikan ketika Miryam sebelum mencabut BAP-nya terhadap Penyidik KPK. Wartawan pun meminta penjelasan kepada Aziz mengenai informasi tersebut.

“Kami tidak pernah satu komisi sama Bu Miryam,‎ kami juga kaget Ibu Miryam mengatakan hal itu. Saya tidak pernah bertemu sama Bu Miryam, tidak pernah bicara,” kata Aziz ‎di kompleks DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (30/3).

Namun, Aziz setuju dengan keterangan Miryam jika keterangan yang diberikan Miryam diusut hingga tuntas. Karena apa yang disampaikan dalam persidangan adalah fakta hukum jadi harus dibuktikan kebenarannya.

“Apabila Miryam tidak bisa membuktikan bahwa keterangan di muka pengadilan itu bagian dari fakta hukum bahwa itu dapat dikenakan tindak pidana sendiri, itu harus diusut oleh hakim,” Ujar Aziz yang merupakan ketua badan anggaran DPR. (JM)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.