Rabu, 12 Mei 2021

Cara Mengelola Harta Sesuai Tuntunan Agama

Cara Mengelola Harta Sesuai Tuntunan Agama

Jakarta, Swamedium.com – Demi uang, apapun dilakukan oleh manusia. Berangkat kerja dini hari, pulang kerja larut malam. Bahkan, ada yang terpaksa meninggalkan keluarga berbulan-bulan. Sayangnya, setelah sibuk mengumpulkan harta, banyak yang tidak tahu cara mengelola harta yang benar sesuai tuntunan agama Islam.

Banner Iklan Swamedium

Konsep harta dalam Islam adalah titipan Allah SWT yang harus dijaga dan dimanfaatkan sewajarnya untuk menjalankan kehidupan di dunia. Harta sebagai perhiasan dunia memang menyilaukan mata manusia. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Al’Quran surat Ali Imran ayat 14 yang artinya :

“Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik.”

Banyak yang berpikir bahwa memiliki harta berlimpah pasti bahagia. Faktanya, tidak selalu demikian. Contohnya, banyak orang yang super kaya, tetapi jiwanya merasa kosong, sehingga tidak bahagia.  Harta yang berkah dan menjalankan kehidupan sesuai tuntunan agama itu yang sebenarnya membuat manusia menjadi bahagia. Keberkahan harta itu tidak terletak pada jumlahnya, tetapi pada kemanfaatannya.

Menurut syariah Islam, di dalam harta yang kita miliki itu, ada hak orang lain, yaitu fakir miskin. Oleh karena itu, supaya harta itu berkah harus dikelola yang benar dengan cara berikut ini;

  1. Mengeluarkan Zakat dan Sedekah

Orang yang mampu wajib membayar zakat dengan jumlah dan waktu sesuai ketentuan. Sedangkan sedekah bersifat sunnah atau tidak wajib yang bisa diberikan kepada orang yang membutuhkan kapan saja dan tidak ada batasan jumlahnya. Sunnah atau tidak wajib, artinya bila dikerjakan dapat pahala, bila tidak dikerjakan tidak dapat dosa.

Dalam Islam, baik zakat maupun sedekah sangat dianjurkan agar harta kita bermanfaat untuk orang banyak. Dan, mereka yang melakukan itu dijanjikan Allah, hartanya tidak berkurang justru akan mendapatkan banyak kenikmatan dan keberkahan dari arah yang tidak disangka-sangka.

  1. Hindari Sikap Konsumtif

Allah SWT tidak menyukai orang yang boros. Orang boros pasti konsumtif atau punya kebiasaan membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan. Tujuan pembelian hanya untuk kesenangan atau pamer. Supaya tidak menyesal di kemudian hari, jauhi sikap konsumtif ini. Belanjalah sesuatu yang memang diperlukan atau dibutuhkan (need), bukan apa yang diinginkan (want). Pasalnya, harta akan cepat habis jika Anda menggunakannya untuk hal-hal yang tidak berguna.

3. Bijaksana dalam Membelanjakan Harta

Menghambur-hamburkan uang adalah perbuatan setan. Manusia diperintahkan untuk menghindari godaan setan. Allah SWT berfirman dalam Alquran.

“Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.S Al-Isra : 27)

Jadi, Anda harus bijaksana dalam memakai uang. Gunakan harta untuk kegiatan positif dan beramal di jalan Allah SWT. Dengan demikian, Anda bisa merasakan nikmatnya memiliki harta yang berkah.

  1. Biasakan Menabung

Dalam kehidupan tidak ada yang pasti. Begitupun, kemampuan manusia dalam mencari uang ada batasan umur produktif. Disaat pensiun, kita tidak bisa lagi mencari uang sehingga perlu punya tabungan.  Sisihkan sebagian penghasilan untuk tabungan. Saat ini, banyak lembaga yang punya produk tabungan maupun investasi berbasis syariah, seperti di bank syariah, pegadaian syariah, emas, properti dan lainnya.

Tidak ada kehidupan di dunia ini yang abadi. Ibarat roda berputar, yang sekarang diatas atau berkelimpahan harta, nanti bisa saja jadi kekurangan. Begitupun sebaliknya. Itulah sebabnya, manusia dianjurkan untuk menolong orang yang kesusahan dengan hartanya selagi dia di posisi mampu. Ketika Anda ikhlas, Allah SWT justru akan melipatgandakan rezekinya.

Hal tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya :

“Barangsiapa yang menutupi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa melapangkan kesusahan seorang muslim maka Allah akan mengangkat darinya dengan sebab amalan tadi, kesusahannya kelak pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi cela saudaranya muslim maka Allah akan menutupi aibnya kelak pada hari kiamat.” (HR. Bukhori).

Itulah cara mengelola harta yang benar  sesuai tuntunan agama, untuk mencapai kenikmatan dunia dan akherat. Bila, kita mengelola harta yang benar, Insya Allah berkah. (maida)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita