Selasa, 29 September 2020

Ketua MUI: Agama dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan

Ketua MUI: Agama dan Politik Tidak Bisa Dipisahkan

Jakarta, Swamedium.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ma’ruf Amin menegaskan bahwa agama dan politik tidak bisa dipisahkan. Keduanya akan tetap berkaitan meski sering bersinggungan.

Dia mengatakan hal itu menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang meminta adanya pemisahan antara urusan politik dengan agama. Pernyataan itu menimbulkan kontroversi.

Ma’ruf menjelskan, tidak semua masyarakat mampu memahami agama secara baik. Hasilnya, pemahanan radikal yang disangkutpautkan dengan agama pun tak lepas dari kehidupan masyarakat saat ini. Hasilnya, pemahaman radikal ini kemudian menimbulkan masalah kebangsan.

“Tapi kalau pemahaman agama yang moderat seperti NU dan Muhammadiyah justru bisa memberikan penguatan terhadap persoalan politik kebangsaan dan kenegaraan,” kata Ma’ruf Amin usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (30/3).

‎Persoalan politik sebenarnya bisa diimbangi dengan menerapkan pemahaman agama dengan solusi-solusi dari ilmu fiqih. Dengan penerapan ilmu tersebut, maka solusi persoalan negara bisa muncul. 

Ilmu ini pernah dilakukan organisasi Islam Nahdatul Ulama (NU) ketika menyelesaikan persoalan Islam dan Pancasila atau masalah kebangsaan, hubungan muslim dengan non muslim. Perbedaan ini bisa terselesaikan dengan landasan-landasan keagamaan.

‎”Sebenarnya antara politik dan agama ini saling menopang,” ungkap Ma’ruf.

Senada dengan Ma’ruf, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menegaskan pernyataan Presiden Jokowi itu tidak tepat, bermasalah dan ahistoris.

“Indonesia bukan negara agama, tetapi bukan berarti agama harus dipisahkan dari politik,” kata dia. Semangat politik dan agama, tambahnya, tidak bisa dipisahkan sejak dahulu, bahkan diakui oleh Negara. (republika.co.id)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.