Selasa, 29 September 2020

Novel Baswedan: Saksi Miryam Mengaku Diancam Sesama Anggota DPR

Novel Baswedan: Saksi Miryam Mengaku Diancam Sesama Anggota DPR

Foto: Tiga penyidik KPK Novel Baswedan (kedua kanan), Ambarita Damanik (kiri) dan M Irwan Santoso (kanan) tiba untuk menjadi saksi kasus tindak pidana korupsi pengadaan pekerjaan KTP elektronik (E-KTP) dengan terdakwa Sugiharto dan Irman di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (27/3). (Antara)

Jakarta, Swamedium.com- Penyidik senior KPK Novel Baswedan mengatakan mantan anggota Komisi II DPR RI Miryam S Haryani pernah menerima ancaman dari sesama anggota DPR untuk tidak buka suara soal adanya pembagian uang korupsi e-KTP.

“Jadi begini, Yang Mulia, Miryam bercerita mengenai adanya ancaman yang dirasakan oleh dirinya. Makanya rekan saya Damanik (Ambarita Damanik) bertanya kepada Miryam bagaimana kronologinya,” terang Novel Baswedan kepada Ketua Majelis Hakim Jhon Halasan Butar-Butar di sidang e-KTP Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Kamis (30/3).

Novel kemudian menerangkan, bagaimana Miryam mengetahui kabar akan adanya pemanggilan saksi-saksi yang diundang oleh KPK untuk mendalami kasus e-KTP.

“Lalu dia menerangkan kepada saya bahwa dia mendapatkan ancaman oleh beberapa rekanannya di DPR. Dia menyebut nama Bambang Soesatyo dan beberapa anggota partai politik seperti Aziz Syamsuddin, Desmond Mahesa, Masinton Pasaribu, dan beberapa orang lainnya,” jelas Novel Baswedan menjawab pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdul Basir.

Menurut Novel, sebulan sebelum pemanggilan Miryam, anggota DPR Komisi II ini sudah mengetahui dari rekannya sesama anggota DPR bahwa dia akan dipanggil penyidik KPK.

“Jadi sebulan sebelum dipanggil, dia bilang sudah mengetahui bahwa dia akan dipanggil penyidik dari rekannya. Makanya dia diancam, disuruh tidak akui penerimaan uang. Bahkan yang bersangkutan diancam akan dijeblosin kalau sampe diakui,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, mantan anggota Komisi DPR, Miryam S Haryani mencabut semua keterangan yang pernah disampaikan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di dalam dakwaan kasus korupsi e-KTP Irman dan Sugiharto.

Miryam menyebut jika alasan kuat mengapa dia mengiyakan adanya intervensi tersebut, lantaran penyidik KPK kerap kali melakukan gertakan bernada keras terhadapnya. (*/ls)

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.