Jumat, 02 Oktober 2020

YLKI Minta Transportasi Online Lindungi Data Pribadi Konsumen

YLKI Minta Transportasi Online Lindungi Data Pribadi Konsumen

Foto: Ilustrasi angkutan daring. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pengusaha transportasi berbasis aplikasi online melindungi data pribadi konsumen yang diberikan saat mendaftar di aplikasi online. Data pribadi tersebut berpotensi disalahgunakan bila tidak ada aturannya.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi meminta data pribadi konsumen transportasi dalam jaringan agar dijamin perlindungannya.

“Justru yang belum dilindungi sekarang adalah data pribadi kita terhadap transportasi online mulai dari nomor handpone, email, kartu kredit hingga alamat rumah,” kata Tulus di Yogyakarta.

Menurut Tulus, data pribadi para pengguna transportasi online yang secara sukarela mereka masukkan untuk mendaftar penggunaan aplikasi berpotensi disalahgunakan.

“Ketika kita meng-klik aplikasi antara setuju dan tidak setuju kita telah merelakan data pribadi kita tanpa diketahui untuk apa nantinya,” kata dia.

Perlindungan data tersebut, menurut dia, tidak kalah penting dengan perlindungan dan fasilitas kemudahan konsumen lainnya dalam penggunaan transportasi online. Tulus berharap aturan yang mewajibkan transportasi online berbadan hukum dapat diterapkan karena terkait dengan jaminan perlindungan konsumen apabila terjadi kriminalitas atau kehilangan barang saat menggunakan jasa transportasi online.

“Aturan-aturan yang melindungi konsumen bagi kami sangat penting, sedangkan soal teknis keselamatan lainnya masuk ranah Kementerian Perhubungan,” kata dia.

Tidak Setuju
Terlepas persoalan jaminan perlindungan konsumen, menurut dia, YLKI telah menyatakan tidak setuju jika transportasi berbasis aplikasi online dilarang. Alasannya, munculnya transportasi online merupakan keniscayaan sesuai dengan perkembangan teknologi.

“Jika melarang berarti kita melawan dinamika kemajuan teknologi. Hanya saja perlu diatur,” jelasnya.

Selain menjamin keselamatan pengguna, katanya, revisi Permenhub Nomor 32 Tahun 2016 mampu memberikan aturan yang berkeadilan bagi operator armada transportasi konvensional lainnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.