Kamis, 24 September 2020

Amnesti Pajak Berakhir, DJP Incar Pemegang Kartu Kredit

Amnesti Pajak Berakhir, DJP Incar Pemegang Kartu Kredit

Jakarta, Swamedium.com – Pemegang kartu kredit harus memahami bahwa setelah program amnesti pajak berakhir pada 31 Maret (hari ini), Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan bakal menelusuri data kartu kredit nasabah perbankan. Data kartu kredit nasabah, termasuk transaksinya akan dilaporkan secara berkala dari perbankan ke Ditjen Pajak.

Melalui surat tertanggal 23 Maret 2017, Kementerian Keuangan telah meminta bank-bank dan penyelenggara kartu kredit untuk menyerahkan data-data nasabah kartu kreditnya.Bank-bank penyelenggara kartu kredit diminta menyerahkan data-data pokok pemegang kartu kredit dan data transaksi nasabah kartu kredit. Data transaksi yang diminta adalah periode Juni 2016-Maret 2017.

Permintaan data nasabah kartu kredit tersebut sudah dilakukan sejak Juni 2016, tetapi ditunda karena ada program amnesti pajak pada Juli 2016- Maret 2017. Meski ada pelaporan data nasabah kartu kredit, kalangan perbankan yakin kebijakan tersebut tidak akan membawa dampak besar terhadap transaksi kartu kredit perbankan.

Presiden Direktur dan CEO Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengungkapkan, kewajiban perbankan menyampaikan data kartu kredit nasabah dari Ditjen Pajak sudah berlaku sejak tahun lalu. Namun kemudian ditunda dari Juli 2016 sampai Maret 2017 karena menunggu program tax amnesty selesai.

“Secara peraturan sangat dimungkinkan karena data tersebut bukan rahasia bank. Isunya tinggal di teknis pelaksanaannya agar bank-bank seragam dalam melaksanakannya,” kata Parwati sebagaimana dikutip Liputan6.com, Kamis (30/3) di Jakarta.

Ia menilai, dampak yang akan ditimbulkan dari pemberian data kartu kredit nasabah ini tidak akan signifikan mengingat Wajib Pajak (WP) sudah diberi kesempatan ikut tax amnesty. Sosialisasi pun telah dilakukan pemerintah.

Dihubungi terpisah, Senior General Manager, Head of Consumer Card PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Santoso Liem mengatakan, para nasabah lama sudah bisa menerima kebijakan dari Ditjen Pajak bahwa data kartu kredit mereka oleh pihak perbankan akan dilaporkan secara berkala kepada Ditjen Pajak.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.