Kamis, 01 Oktober 2020

Ingin Anak Disiplin Shalat 5 Waktu, Ini Tipsnya

Ingin Anak Disiplin Shalat 5 Waktu, Ini Tipsnya

Foto : Ilustrasi

Semua orangtua mendambakan anak – anaknya disiplin menjalankan sholat, karena pendidikan anak akan dimintakan pertanggungjawaban oleh Allat Ta’ala, juga agar setelah meninggal ia mendapatkan aliran pahala dari amal shaleh yang dikerjakan anaknya. Tetapi realita di depan kita banyak sekali yang sudah besar bahkan berat sekali mealkukan sholat.

Tips berikut bisa dicoba:

1- Prinsip Penting

Pertama, bahwa mendidik anak untuk sholat harus dimulai sejak dini, tetapi bagi yang baru sadar maka tidak ada kata terlambat, mulai sekarang juga. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menyuruh kita mengajari anak sholat usia 7 tahun. Tetapi bukan berarti sebelum atau sesudah usia itu terlarang, yang penting saat baligh dia sudah melakukan, karena catatan amal ditulis sejak usia baligh.

Prinsip kedua, bahwa hakekat medidik shalat adalah mengenalkan dan membiasakan anak agar melakukan shalat dalam waktu lama (disertai pemahaman yang tepat tentangnya) sehingga jiwa anak terbiasa dan merasa nyaman dengannya, serta jiwanya akan gelisah jika belum melakukannya.

2- Mulai Dengan Keteladanan

Anak tumbuh dari meniru apa yang dilihat, maka jangan sia siakan. Saat sang ibu sholat maka biarkan ia di dekatnya dan menyaksikannya, saat sudah mulai bisa meniru maka ajaklah ia di sampingnya dan lama kelamaan pasti akan menirukan gerakannya. Saat kondisi memungkinkan (bisa diarahkan untuk tidak ribut) maka ajaklah shalat berjamaah ke masjid bersama ayahnya. Karena ini pembiasaan maka kalau sedang tidak mau jangan dipaksa, karena akan membuatnya tidak suka. Kondisikan kedekatan dan kasih sayang terjaga sehingga anak anak nyaman dan percayalah bahwa tahapan ini akan menjadi sebab terbesar anak-anak ringan menjalankan sholat nantinya.

3- Disemangati

Pemberian reward atau penghargaan termasuk bagian dari menyemangati. Penyemangat bisa berupa sesuatu yang ia sukai baik mainan maupun makanan (yang bermanfaat dan sehat) tetapi bisa juga yang bersifat non fisik seperti pujian tulus, perhatian yang lebih, dan lain sebagainya. Reward ini sifatnya kondisional dan sementara untuk mempertahankan anak pada saat membiasakan hingga ia menikmati.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.